ATAPKOTA.COM – Pengembangan talenta muda di sektor industri kreatif dinilai tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan vokasi. Kampus, khususnya pendidikan terapan, dipandang memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia kreatif yang siap bersaing di industri.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menerima audiensi Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026. Dalam pertemuan itu, Wapres menegaskan dukungannya terhadap penguatan karya kreatif berbasis kampus sebagai bagian dari pembangunan industri kreatif nasional yang inklusif dan berdaya saing.
Audiensi membahas pengembangan karya unggulan Sekolah Vokasi UGM di bidang perfilman, yang tidak hanya menitikberatkan pada kualitas produksi, tetapi juga mengusung nilai kolaborasi dan gotong royong sebagai fondasi kerja kreatif.
Menurut Gibran, model produksi kreatif yang lahir dari lingkungan pendidikan vokasi penting untuk mendorong munculnya talenta muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga siap terjun ke dunia industri dengan pemahaman manajemen produksi yang utuh.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Sekolah Vokasi UGM memaparkan film Setan Alas sebagai salah satu produk unggulan. Film ini diproduksi dengan skema manajemen gotong royong yang melibatkan berbagai unsur di lingkungan kampus, mulai dari mahasiswa hingga tenaga pendidik.
Dekan Sekolah Vokasi UGM, Agus Maryono, menjelaskan bahwa film tersebut memiliki kekhasan karena seluruh pemain, kru, sutradara, hingga produser memiliki porsi kepemilikan dalam proses produksi. Skema ini, kata dia, memungkinkan efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas karya.
“Film ini menggunakan manajemen gotong royong, sehingga sangat efisien. Tidak memerlukan dana besar, tetapi kualitasnya tetap terjaga,” ujar Agus usai audiensi.
Ia menambahkan, produksi film Setan Alas melibatkan sekitar 200 kru dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa SMK, mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan. Keterlibatan lintas elemen tersebut membentuk ekosistem kreatif yang inklusif sekaligus menjadi ruang belajar bersama.
“Efeknya sangat besar, dari kreativitas penciptaan cerita, teknik audiovisual, pencahayaan, sampai manajemen produksi film. Ini menjadi laboratorium nyata bagi sivitas akademika,” katanya.
Sekolah Vokasi UGM juga menyampaikan harapan agar karya perfilman berbasis kampus memperoleh dukungan yang lebih luas sehingga dapat menjangkau masyarakat secara lebih masif. Terlebih, film tersebut telah meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.
Menanggapi paparan tersebut, Wapres Gibran mengapresiasi inovasi dan semangat kolaboratif yang ditunjukkan dunia pendidikan vokasi. Ia mendorong insan kreatif kampus untuk terus meningkatkan kualitas produksi sekaligus memperluas jejaring, seraya menegaskan komitmen pemerintah dalam membuka ruang pengembangan perfilman berbasis kampus.
“Wapres memberi saran agar kami terus berjuang, terus meningkatkan kualitas karya. Pemerintah akan memperhatikan dan mencarikan jalan agar perfilman yang bersumber dari kampus bisa terus berkembang di Indonesia,” ujar Agus menirukan pesan Wapres.
Audiensi ini sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis inovasi. Pemerintah mendorong perguruan tinggi vokasi menjadi motor lahirnya karya kreatif bernilai ekonomi, berdaya saing, serta berakar pada nilai gotong royong sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Turut mendampingi Wapres dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya. (Edo/red)


































