ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Kebakaran hebat melanda satu unit rumah toko (ruko) di Jalan Thamrin, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 04.50 WIB, dan membuat api membubung tinggi disertai kepulan asap tebal yang terlihat dari sejumlah sudut kawasan pusat kota.
Ruko berlantai tiga yang digunakan sebagai toko sepatu dan sandal itu dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat dilalap api. Kobaran api yang cepat membesar sempat membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan proses pemadaman.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar bersama sejumlah instansi langsung dikerahkan setelah menerima laporan warga. Beberapa unit mobil pemadam diterjunkan untuk mengendalikan api yang terus berkobar di dalam bangunan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Pematangsiantar, Josua Haloho, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah mendapat informasi tersebut, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman,” kata Josua saat ditemui di lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 WIB.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas harus bekerja ekstra karena bangunan ruko dilengkapi jerajak besi, sementara barang dagangan di dalam toko sebagian besar berbahan karet, sehingga api mudah kembali menyala meskipun sempat dipadamkan.
Hingga pagi hari, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran ulang. Pemadaman dilaporkan baru selesai sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut data sementara petugas, ruko yang terbakar memiliki luas bangunan sekitar 5 meter x 6 meter dan diketahui milik seorang warga bernama Juani Hutabarat (53). Bangunan tersebut digunakan sebagai tempat usaha dan tidak dihuni sebagai tempat tinggal.
Josua memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seorang petugas sempat mengalami sesak napas akibat kelelahan saat proses pemadaman berlangsung. Petugas tersebut telah mendapat penanganan medis dan kondisinya dilaporkan membaik.
Kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar, karena sebagian besar barang dagangan di dalam toko hangus terbakar.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan korsleting listrik, namun aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api secara pasti.
Dalam penanganan kebakaran ini, sejumlah unsur terlibat di antaranya Damkar Kota Pematangsiantar, BPBD Kota Pematangsiantar, Polres Pematangsiantar, Polsek Siantar Barat, TNI, Brimob, PSC 119, Satpol PP, serta BPBD Simalungun. (AP/Tim)


































