ATAPKOTA.COM – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mendorong pengembangan Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat sebagai pusat pelestarian sekaligus promosi budaya yang dapat menjadi wajah diplomasi kebudayaan Papua di tingkat internasional.
Arahan tersebut disampaikan Wapres saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/06/2026). Dalam kesempatan itu, Wapres meninjau langsung berbagai ruang pameran dan koleksi seni ukir khas Asmat yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat.
Selama peninjauan, Wapres terlihat memberikan perhatian khusus terhadap filosofi dan makna di balik karya seni ukir yang dipamerkan di museum tersebut.
Direktur Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, John Ohoiwirin, menyebut Wapres menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal kunjungan hingga akhir kegiatan.
“Beliau sangat bersemangat mengunjungi museum ini. Selama peninjauan, beliau banyak bertanya tentang koleksi dan makna di balik karya seni Asmat,” ujar John.
Menurut John, Wapres juga mendalami sejumlah penjelasan terkait filosofi budaya yang terkandung dalam ukiran tradisional Asmat, termasuk nilai-nilai sosial dan ritual yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Beliau banyak bertanya tentang makna ukiran, termasuk cerita di balik ritual adat yang tergambar dalam karya seni tersebut. Ini menunjukkan ketertarikan beliau terhadap filosofi budaya Asmat,” jelasnya.
John menambahkan, dalam dialog tersebut Wapres menekankan pentingnya pengembangan museum sebagai ruang diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan identitas Papua kepada dunia.
“Wapres mendorong agar museum ini terus dikembangkan karena memiliki peran penting sebagai diplomasi kebudayaan dari Papua,” katanya.
Sebagai salah satu pusat kebudayaan di Papua Selatan, Museum Asmat diharapkan dapat berfungsi tidak hanya sebagai ruang pelestarian, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi budaya kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.
Pengembangan museum ini diharapkan memperkuat rasa bangga masyarakat Asmat terhadap warisan leluhur sekaligus menjadikannya sebagai kekuatan budaya yang bernilai strategis.
Kunjungan Wapres tersebut juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan nasional berbasis kearifan lokal, khususnya di wilayah Papua.
Dalam agenda tersebut, Wapres turut didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Selatan Mathius Fakhiri, Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan Gus Miftah. (RE/red)




































