Sumut Surplus Beras dan Cabai Merah, Pemprov Perkuat Gerakan Pangan Murah Tekan Inflasi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 20:37 WIB

40210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Sumut Fitra Kurnia bersama Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Hutagalung, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut Yusfahri Perangin-angin dan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Budi Cahyanto saat konferensi pers terkait Pengendalian Inflasi untuk Jaga Daya Beli di Anjungan Dekranasda Sumut, lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (7/10/2025).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Sumut Fitra Kurnia bersama Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Hutagalung, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut Yusfahri Perangin-angin dan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Budi Cahyanto saat konferensi pers terkait Pengendalian Inflasi untuk Jaga Daya Beli di Anjungan Dekranasda Sumut, lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (7/10/2025).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan surplus produksi beras dan cabai merah sepanjang tahun 2025. Kelebihan produksi ini diharapkan mampu membantu menekan laju inflasi yang sempat meningkat dalam dua bulan terakhir.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut, Yusfahri Perangin-angin, mengatakan, produksi gabah kering giling (GKG) sejak Januari hingga September 2025 mencapai 2,7 juta ton, atau setara 1,7 juta ton beras setelah dikonversi.

“Dengan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras hanya 1,2 juta ton per tahun. Artinya, kita memiliki surplus sekitar 500 ribu ton,” ujar Yusfahri dalam Temu Pers Dinas Kominfo Sumut di Aula Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Selasa (7/10/2025).

Ia menambahkan, pada Oktober ini produksi GKG mencapai 278 ribu ton, setara 145 ribu ton beras, sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat Sumut mencapai 145,5 ribu ton. “Kita masih surplus 100 ribu ton untuk bulan ini,” tambahnya.

Selain beras, Sumut juga mengalami surplus pada komoditas cabai merah. Sepanjang Januari–September 2025, produksi cabai merah mencapai 183 ribu ton, sementara kebutuhan hanya 91 ribu ton. “Sumut memiliki sentra cabai merah di Karo, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Batubara, Dairi, dan Simalungun,” jelas Yusfahri.

Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemprov Sumut melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) menggandeng Perum Bulog Kanwil Sumut melaksanakan Gerakan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Fitra Kurnia, mengatakan pihaknya telah menyalurkan 147.750 ton beras SPHP kepada masyarakat melalui kegiatan Pasar dan Pangan Murah sejak 25 Agustus hingga 12 September 2025.

“Tujuannya jelas, yakni menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi,” tegas Fitra.

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Poppy Marulita Hutagalung, menjelaskan bahwa mekanisme pasar masih berpengaruh besar terhadap harga cabai merah. Sebagian pasokan dari Sumut bahkan dijual ke Riau, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Pemprov Sumut akan memperkuat kerja sama antar daerah dalam hal pembelian dan distribusi cabai merah, serta memangkas rantai distribusi yang dinilai terlalu panjang,” ujar Poppy.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menambahkan bahwa kondisi panen yang tidak merata dan serangan hama sempat memicu kelangkaan pasokan di beberapa daerah. Namun, ia memastikan stok akan kembali stabil menjelang akhir Oktober.

“Permintaan biasanya meningkat menjelang akhir tahun karena perayaan hari besar. Bulog tetap berkomitmen mendistribusikan beras ke seluruh wilayah Sumut,” kata Budi.

Dengan surplus beras dan cabai merah, serta dukungan berbagai program pangan murah, Pemprov Sumut optimistis mampu mengendalikan harga bahan pokok dan menjaga ketahanan pangan menjelang akhir 2025. (RAP)

Berita Terkait

Bupati Asahan Sambut 240 Jamaah Haji Kloter 7, Satu Jamaah Masih Dirawat di Makkah
Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Tengah Gejolak Global, Event Internasional Jadi Motor Ekonomi
Wesly Silalahi Apresiasi Polres Pematangsiantar, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba
9 Ruas Jalan Provinsi di Simalungun Segera Diperbaiki, Anton Saragih Tinjau Lokasi Proyek
234 Jamaah Haji Asahan Tiba di Tanah Air, Wakil Bupati Rianto Sambut Langsung
Kades Lulus Pelatihan Basarnas Akan Dapat Insentif dari Bobby Nasution, Ini Alasannya
Polres Pematangsiantar Musnahkan 77 Kg Ganja dan 1 Kg Sabu, Klaim Selamatkan 236 Ribu Jiwa
Momen Rico Waas Ajak Peserta Khitanan Massal Kuis dan Bagi Uang Saku di Medan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:30 WIB

Bupati Asahan Sambut 240 Jamaah Haji Kloter 7, Satu Jamaah Masih Dirawat di Makkah

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:40 WIB

Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Tengah Gejolak Global, Event Internasional Jadi Motor Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:22 WIB

Wesly Silalahi Apresiasi Polres Pematangsiantar, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar Narkoba

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:05 WIB

9 Ruas Jalan Provinsi di Simalungun Segera Diperbaiki, Anton Saragih Tinjau Lokasi Proyek

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

234 Jamaah Haji Asahan Tiba di Tanah Air, Wakil Bupati Rianto Sambut Langsung

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Polres Pematangsiantar Musnahkan 77 Kg Ganja dan 1 Kg Sabu, Klaim Selamatkan 236 Ribu Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:00 WIB

Momen Rico Waas Ajak Peserta Khitanan Massal Kuis dan Bagi Uang Saku di Medan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:50 WIB

DPRD Simalungun Sampaikan Rekomendasi LKPj 2025, Ini Pesan untuk Pemerintahan Anton Saragih

Berita Terbaru