Meugang dan Belimau, Rico Ajak Warga Medan Rawat Tradisi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:00 WIB

40171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Medan Rico Waas hadiri Tradisi Meugang dan Petang Belimau di Masjid Raya Kedatukan Sunggal,

Wali Kota Medan Rico Waas hadiri Tradisi Meugang dan Petang Belimau di Masjid Raya Kedatukan Sunggal,

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Tradisi Petang Belimau dan Meugang Puasa kembali digelar menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Raya Kedatukan Sunggal Serbanyaman, Kamis (12/2/2026). Di tengah suasana hangat dan penuh kebersamaan itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya merawat kebudayaan sebagai fondasi jati diri bangsa.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang menjaga kebudayaannya. Bangsa yang melupakan budaya akan kehilangan jati diri,” ujar Rico dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Perhelatan budaya itu diawali dengan tarian tradisional Melayu. Para penari mengenakan busana hitam-putih lengkap dengan tanjak yang tertata rapi. Gerak lincah dan ritmis di atas hamparan karpet hijau menghadirkan simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut bulan suci.

Prosesi berlanjut ke inti ritual Mandi Belimau. Rico tampil mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan peci hitam. Dengan khidmat, ia menyiramkan air rebusan limau menggunakan gayung kayu ke atas kepala warga secara bergantian—sebuah simbol penyucian diri sebelum memasuki Ramadan.

Menurutnya, tradisi petang belimau dan meugang puasa bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan warisan nilai yang telah hidup ratusan tahun dan perlu dipertahankan di tengah arus modernisasi.

“Kalau kita mau kuat, intinya satu: kebudayaan yang sudah hidup ratusan tahun harus tetap ada di dunia modern ini,” katanya.

Rico mencontohkan sejumlah negara yang mampu menjadikan budaya sebagai identitas sekaligus daya tarik global. Ia mengajak masyarakat Medan untuk percaya diri menampilkan budaya sendiri, khususnya budaya Melayu yang sarat nilai sejarah dan spiritual.

Ia juga menekankan bahwa keberagaman etnis di Kota Medan—Melayu, Karo, Batak, Nias, dan lainnya—merupakan kekayaan sosial yang harus dirawat bersama. Meski bukan berlatar belakang Melayu, Rico mengaku mencintai tradisi tersebut.

“Saya mungkin bukan orang Melayu, tapi saya suka berbaju Melayu, suka berpantun, dan menikmati kesenian Melayu. Kalau sudah cinta, itu akan menjadi kebiasaan,” ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, kecintaan terhadap budaya akan menumbuhkan sikap saling menghargai antaretnis di Tanah Deli. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga situs-situs bersejarah, termasuk Masjid Raya Kedatukan Sunggal, sebagai pengingat perjalanan panjang peradaban dan perjuangan masyarakat.

Pemerintah Kota Medan, kata Rico, berkomitmen mempopulerkan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal generasi muda. Ia menilai kekayaan budaya Indonesia—dari Aceh hingga Papua—merupakan identitas kolektif yang layak dipromosikan sebagai kebanggaan nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumatera Utara Sukronedi, Ketua MUI Kota Medan H. Hasan Matsum, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, serta unsur Kerapatan Adat Diraja Kedatukan Sunggal Serbanyaman, antara lain Datin Ampunan Sunggal, Datuk Ihram bergelar Datuk Bendahara Sunggal, Datuk Juanda bergelar Datuk Graha Sunggal, Tengku Penasehat Utama Sunggal Tengku Mohar Om Tatok, dan Tengku Penasehat Sunggal Tengku H. Zaidi.

Di tengah modernitas kota yang terus bertumbuh, tradisi itu menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik dan ekonomi tetap membutuhkan akar budaya sebagai penyangga identitas. (AP/red)

Berita Terkait

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng
Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural
Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong
Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi
Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi
Tinjau Pelabuhan, Gereja, dan RSUD di Sikka, Wapres Gibran Soroti Fasilitas yang Perlu Segera Diperbaiki
Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana
Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau Dampak Gempa Sikka, Minta Bantuan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Diakses

Berita Terbaru