ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, didampingi Solihin Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan ketahanan energi nasional melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih sebagai bagian dari strategi mencapai swasembada energi dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Usai pertemuan, Jusuf Kalla mengatakan pengembangan sektor energi menjadi salah satu syarat utama agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.
“Kami membahas upaya meningkatkan kapasitas energi nasional untuk mendukung swasembada energi. Saat ini sudah dibangun sekitar 1.500 megawatt pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan kami siap melanjutkan pembangunan sekitar 2.000 megawatt lagi, termasuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG),” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, kebutuhan energi akan meningkat seiring target pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok pemerintah hingga mencapai delapan persen. Karena itu, pembangunan pembangkit berbasis energi hijau dinilai menjadi langkah strategis untuk menjamin ketersediaan listrik bagi industri maupun masyarakat.
“Tanpa pasokan energi yang memadai, akan sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Presiden mendukung percepatan pembangunan energi nasional, khususnya energi hijau, sebagai fondasi pembangunan jangka panjang,” katanya.
Jusuf Kalla mengungkapkan, pengembangan proyek energi tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun.
Ia menjelaskan, desain proyek dan lokasi pembangunan telah tersedia. Tahap berikutnya akan difokuskan pada penyelesaian aspek teknis agar realisasi investasi dapat segera dimulai.
“Desain proyek sudah ada, lokasi juga sudah tersedia. Selanjutnya tinggal penyelesaian teknis. Presiden memberikan dukungan agar proyek ini segera direalisasikan,” ujarnya.
Selain membahas sektor energi, pertemuan Presiden Prabowo dan Jusuf Kalla juga menyinggung sejumlah perkembangan internasional, termasuk dinamika keamanan dan perdamaian di kawasan Thailand Selatan, Pakistan, dan Afghanistan.
Meski demikian, Jusuf Kalla tidak merinci substansi pembahasan mengenai isu-isu tersebut.
Pemerintah berharap penguatan ketahanan energi melalui percepatan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi bersih dapat meningkatkan kemandirian energi nasional, memperkuat daya saing industri, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. (Rahmat/red)



































