ATAPKOTA.COM, MEDAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut) mulai mengintensifkan pembinaan atlet melalui Program Pembinaan Intensif (PPI) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026. Program tersebut juga menjadi langkah awal untuk mempertahankan prestasi Sumut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Sumut Kolonel TNI (Purn.) Hatunggal Siregar dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (31/7/2026) di Lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.
Menurut Hatunggal, Porprovsu 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang menjadi agenda olahraga terbesar selama masa kepengurusannya. Karena itu, KONI Sumut menargetkan capaian prestasi atlet tetap berada pada level yang tidak jauh berbeda dengan hasil yang diraih pada PON XXI Aceh–Sumut 2024.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan Porprovsu Sumut 2026. Target prestasi atlet diharapkan dapat mendekati capaian yang berhasil diraih pada PON XXI Aceh–Sumut,” ujar Hatunggal.
Ia menjelaskan, Program Pembinaan Intensif mulai dilaksanakan sejak Juni 2026 dengan memprioritaskan cabang olahraga yang meraih medali emas, perak, maupun perunggu pada PON XXI Aceh–Sumut 2024 dan masih dipertandingkan pada PON XXII.
Pada tahap awal, program tersebut melibatkan 131 atlet dari 18 cabang olahraga perorangan. Pembinaan dilakukan lebih dini untuk menjaga keberlangsungan prestasi atlet sekaligus mencegah atlet potensial berpindah membela provinsi lain.
“Idealnya seluruh cabang olahraga dapat mengikuti program ini. Namun, karena keterbatasan anggaran, pembinaan sementara difokuskan pada cabang olahraga perorangan. Kami juga berupaya menjaga agar atlet-atlet potensial tetap membela Sumatera Utara menuju PON XXII tahun 2028,” katanya.
Selain menjalankan pembinaan, KONI Sumut juga mempersiapkan pelaksanaan Porprovsu 2026 yang direncanakan mempertandingkan 28 cabang olahraga.
Berdasarkan hasil Rapat Kerja KONI Sumut pada Desember 2025, setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan harus memiliki sedikitnya 50 persen ditambah satu kepengurusan cabang di kabupaten/kota atau minimal 17 pengurus cabang di Sumatera Utara.
Hatunggal mengatakan, KONI Sumut juga terus mendorong partisipasi KONI kabupaten dan kota dalam pelaksanaan Porprovsu. Hingga saat ini, sebanyak 16 KONI kabupaten/kota telah dilantik, termasuk KONI Nias Utara dan KONI Nias Barat.
Menurutnya, wilayah Kepulauan Nias menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena dinilai memiliki potensi melahirkan atlet berprestasi.
“Kami ingin menjangkau atlet potensial hingga ke daerah-daerah. Di Nias, misalnya, pembinaan juga sudah berjalan dan salah satu atlet binaan berhasil meraih medali perak pada SEA Games,” ujarnya.
Selain pembinaan, perhatian terhadap atlet berprestasi juga terus ditingkatkan melalui pemberian penghargaan. Hatunggal menilai dukungan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution terhadap pembinaan olahraga cukup besar, termasuk melalui pemberian tali asih kepada atlet berprestasi pada ajang SEA Games.
Ia menyebut prestasi olahraga Sumatera Utara saat ini berada pada tren positif. Selain berhasil menempati peringkat keempat pada PON XXI Aceh–Sumut 2024, sebanyak 30 dari 35 atlet asal Sumut yang memperkuat Indonesia di SEA Games berhasil meraih medali.
Sebagai bagian dari persiapan menuju Porprovsu 2026, KONI Sumut juga terus menggelar berbagai kejuaraan olahraga setiap bulan guna meningkatkan atmosfer kompetisi sekaligus menjaring bibit atlet potensial.
“Kami akan berupaya mempertahankan prestasi Sumatera Utara pada PON XXII. Target kami minimal mampu mendekati capaian pada PON XXI, meskipun beberapa cabang olahraga unggulan tidak lagi dipertandingkan pada PON mendatang,” kata Hatunggal. (AP/red)

































