ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., membuka Musyawarah Nasional (Munas) XV UNIO Indonesia di Catholic Center–Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan (CC-PPU KAM), Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (14/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut diikuti para imam dan perwakilan UNIO dari berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran para peserta sekaligus menempatkan Pematangsiantar sebagai salah satu ruang pertemuan nasional untuk membahas peran imam diosesan dalam kehidupan gereja dan masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Ir. Daud Simanjuntak, M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kota Pematangsiantar terhadap umat Katolik dan gereja Katolik di kota tersebut.
Menurut Daud, perhatian itu antara lain terlihat dari fasilitasi terhadap kegiatan keagamaan, termasuk Perayaan Natal umat Katolik se-Kota Pematangsiantar dan perayaan Paskah. Ia menyebut Perayaan Natal umat Katolik juga direncanakan kembali digelar pada 28 Desember 2026.
“Seiring doa, kiranya Tuhan Allah Tritunggal Maha Kudus memberikan kesehatan yang prima dan kebijaksanaan dalam memimpin Kota Pematangsiantar. Kiranya acara ini berjalan lancar dan sukses,” ujar Daud.
Sementara itu, Wali Kota Wesly Silalahi menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Munas XV UNIO Indonesia.
Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar dan masyarakat, Wesly mengatakan pihaknya merasa terhormat karena kota tersebut dipercaya menjadi lokasi rangkaian kegiatan Munas XV UNIO Indonesia.
“Kehadiran para Romo dan seluruh peserta dari berbagai wilayah Indonesia tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata Wesly.
Ia berharap Munas XV UNIO Indonesia menghasilkan penguatan peran organisasi, baik dalam kehidupan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Wesly, nilai persaudaraan, kepedulian, pelayanan, dan toleransi merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal itu, lanjutnya, relevan dengan karakter Pematangsiantar yang dihuni masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam.
“Bagi kami, keberagaman bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan kekuatan yang harus kita rawat bersama. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pematangsiantar sangat mengapresiasi setiap kegiatan keagamaan dan organisasi yang turut membangun semangat kerukunan serta memperkuat kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Wesly juga mengajak para peserta memanfaatkan keberadaan mereka di Pematangsiantar untuk mengenal kehidupan masyarakat dan suasana kota selain mengikuti agenda musyawarah.
“Mari jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, mempererat tali persaudaraan, dan menghadirkan semakin banyak karya pelayanan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.
Wesly kemudian membuka Munas XV UNIO Indonesia secara resmi.
Ketua UNIO Indonesia Rm. Florens Maxi Unbria mengatakan Munas XV mengangkat tema “Imam Diosesan Rasul Spiritualitas Kristiani di Era Digital.”
Menurutnya, tema tersebut relevan dengan perkembangan kehidupan masyarakat di tengah transformasi digital serta pesan yang disampaikan para uskup se-Asia pada Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Florens juga mengapresiasi kehidupan toleransi di Kota Pematangsiantar. Ia menyebut Pematangsiantar memperoleh peringkat keempat secara nasional dalam pemeringkatan toleransi yang dikaitkan dengan Setara Institute.
“Sehingga toleransi di Kota Pematangsiantar semakin bersinar dan berdampak untuk Indonesia. Proficiat kepada Bapak Wali Kota dan masyarakat Kota Pematangsiantar,” katanya.
Pembukaan Munas XV UNIO Indonesia turut dimeriahkan berbagai penampilan seni dan hiburan, di antaranya tari 10 etnik Sumatera Utara dari RS Harapan.
Sejumlah tokoh gereja dan pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, para uskup se-Indonesia yang diwakili 12 uskup, serta para uskup pembina UNIO, termasuk Mgr. Siprianus Hormat.
Hadir pula Vikjen Keuskupan Agung Medan P. Mikael Manurung, OFMCap., yang mewakili Uskup Agung Medan, Ketua DPRD Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Bria Seran, serta para romo utusan UNIO KWI dan Timor-Leste.
Wali Kota Wesly Silalahi turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Fidelis Edy Suranta Sembiring, S.STP., M.Si.(AP/red)
































