ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan ziarah ke Jorat Raja Siantar di Pesanggrahan Raja Siantar, Kota Pematangsiantar, Jumat (24 April 2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-155 kota tersebut.
Dalam kegiatan itu, Wesly menyampaikan sejumlah persoalan pembangunan yang masih dihadapi daerah. Ia menyoroti belum optimalnya operasional Terminal Tanjung Pinggir serta kondisi Stadion Sang Naualuh yang disebut belum berfungsi maksimal.
Wesly mengatakan, sejak dilantik pada Februari 2025, pemerintah kota berupaya melakukan pembenahan melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“Terminal Tanjung Pinggir mulai diaktifkan kembali. Sementara penanganan Stadion Sang Naualuh masih dalam proses di Kementerian Dalam Negeri,” ujar Wesly.
Ia juga mengaitkan pembangunan daerah dengan nilai-nilai lokal yang diwariskan Raja Siantar XIV, Sang Naualuh Damanik. Delapan nilai yang disebutkan antara lain pengasih, melayani, jujur, berani, bertanggung jawab, teguh pendirian, saling menghormati, dan membangun.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut relevan sebagai pedoman dalam pembangunan dan tata kelola pemerintahan saat ini.
“Peringatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi juga memperkuat komitmen menjaga dan melanjutkan nilai perjuangan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, Difi Sang Nuan Damanik, menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah daerah. Ia menyoroti pentingnya penguatan identitas lokal, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, serta peningkatan konektivitas dan infrastruktur.
Ia juga menilai Kota Pematangsiantar memiliki potensi sebagai destinasi wisata religi karena keberagaman tempat ibadah dan institusi pendidikan keagamaan yang ada.
Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, S.H., menyebut ziarah tersebut merupakan tradisi tahunan setelah rapat paripurna peringatan hari jadi kota. Ia menilai perjalanan panjang usia kota harus dimaknai sebagai refleksi atas capaian dan tantangan pembangunan.
“Nilai-nilai yang diwariskan Raja Sang Naualuh perlu terus dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Timbul.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pematangsiantar, unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga dan ahli waris Raja Siantar. (AP/red)




































