Prabowo: Koperasi Merah Putih Akan Jadi Pusat Ekonomi Desa dan Penyalur Subsidi Rakyat

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:00 WIB

40159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu, 12 Juli 2026.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus menjadi saluran utama distribusi subsidi pemerintah kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pidato pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).

Menurut Presiden, KDKMP dirancang tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa dengan berbagai layanan yang saling terintegrasi.

“KDKMP nanti akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang logistik, hingga cold storage agar hasil pertanian tidak cepat rusak,” ujar Presiden.

Prabowo menjelaskan, gagasan membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah muncul sejak dirinya bertugas sebagai prajurit dan melihat langsung berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat di daerah.

Pengalaman tersebut, menurutnya, memperkuat keyakinan bahwa koperasi merupakan salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Saya semakin yakin, salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi rakyat yang paling bawah adalah melalui kekuatan koperasi,” katanya.

Presiden menyoroti persoalan akses pembiayaan yang masih menjadi kendala bagi petani. Menurutnya, banyak petani masih bergantung pada pinjaman berbunga tinggi karena membutuhkan modal dan biaya hidup selama masa tanam.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong setiap desa memiliki koperasi simpan pinjam yang dapat menyediakan pembiayaan dengan bunga yang lebih terjangkau.

“Rakyat harus memiliki kesempatan memperoleh pinjaman dengan bunga yang murah. Karena itu, koperasi simpan pinjam harus hadir di setiap desa di seluruh Indonesia,” tegas Presiden.

Selain memperkuat akses pembiayaan, pemerintah juga berencana menjadikan KDKMP sebagai jalur utama penyaluran berbagai barang bersubsidi agar diterima langsung oleh masyarakat yang berhak.

“Barang-barang subsidi harus disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyampaikan pemerintah akan memperkuat koperasi nelayan melalui penyediaan berbagai sarana pendukung, seperti gudang pendingin, pabrik es, dan kapal penangkap ikan yang dikelola secara koperasi.

Menurutnya, fasilitas tersebut akan dibiayai pemerintah melalui skema yang dapat dicicil oleh koperasi dari hasil usaha, sehingga menciptakan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Prabowo memproyeksikan keberadaan KDKMP mampu mendorong perputaran ekonomi di desa hingga sekitar Rp 223 triliun per tahun, sekaligus meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga sekitar Rp202 triliun.

Ia juga menegaskan pemerintah akan terus membenahi sistem logistik nasional agar distribusi barang menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.

“Sistem logistik Indonesia harus menjadi lebih efisien sehingga biaya distribusi dapat ditekan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Presiden.

Melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, terintegrasi, dan berkelanjutan. Koperasi diharapkan menjadi pusat layanan masyarakat, mulai dari akses permodalan, pemasaran hasil produksi, penyediaan kebutuhan pokok, layanan kesehatan dasar melalui apotek desa, hingga penyaluran subsidi pemerintah secara tepat sasaran. (AP/red)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Puskesmas Kuta Tinggi Bagikan Ratusan Masker
Bobby Nasution Percepat Perbaikan Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing, Anggaran Rp 21,2 Miliar
Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas
Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan
Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda
Sambut HUT ke-78 GPIB Immanuel, Rico Waas Apresiasi Rencana Ruang Doa
Bapenda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak, Bus Keliling Layani Warga Medan
Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Sasar Hujan untuk Kurangi Kabut Asap

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Puskesmas Kuta Tinggi Bagikan Ratusan Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Bobby Nasution Percepat Perbaikan Jalan Labusel–Rintis–Ujung Padang–Salingsing, Anggaran Rp 21,2 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Kapolda Sumut Pimpin Apel Konsolidasi Brimob, Tekankan Soliditas dan Loyalitas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Lokasi Diduga Transaksi Narkoba di Marelan, 4 Pria Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Gibran Dorong Kolaborasi SMK dan Industri untuk Tingkatkan Daya Saing SDM Muda

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Bapenda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak, Bus Keliling Layani Warga Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Pemprov Sumut Lakukan Modifikasi Cuaca, Sasar Hujan untuk Kurangi Kabut Asap

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala

Berita Terbaru