ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap ancaman penyakit hayati tanpa menghambat aktivitas ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan usai pelantikannya oleh Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (27/4/2026).
Dalam keterangannya kepada media, Karding menekankan pentingnya keseimbangan antara pengawasan karantina dan kelancaran arus barang, khususnya dalam kegiatan ekspor dan impor.
“Pengawasan harus dilakukan secara ketat, namun tetap memastikan proses perdagangan tidak terganggu,” ujarnya.
Menurut Karding, pengendalian terhadap penyakit yang dapat terbawa melalui komoditas hewan dan tumbuhan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi. Karena itu, kebijakan karantina perlu dirancang agar tetap mendukung aktivitas perdagangan.
Ia mengingatkan bahwa pengawasan yang terlalu ketat tanpa perencanaan yang tepat berpotensi memperlambat arus distribusi barang dan memengaruhi kinerja ekonomi.
Selain itu, Karding menegaskan akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebagai bagian dari strategi pelaksanaan tugas. Koordinasi tersebut mencakup kementerian yang terkait dengan sektor pangan, kelautan dan perikanan, pertanian, serta instansi kepabeanan.
“Kami akan memperkuat sinergi lintas sektor agar kebijakan berjalan efektif,” katanya.
Di sisi lain, Karding menyatakan akan melanjutkan program yang telah berjalan dengan baik di institusinya, sembari melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.
“Program yang sudah baik akan diteruskan, dan yang perlu diperbaiki akan kami evaluasi,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi bagian dari komitmen awal dalam menjalankan tugas untuk menjaga ketahanan hayati nasional sekaligus mendukung kelancaran ekonomi. (Edo/red)


































