ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Anggota DPR RI Komisi III, Mangihut Sinaga, menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara terkait kasus kematian JJM yang terjadi di Kota Pematangsiantar. Hal ini disampaikan usai melaksanakan Reses di Jalan Sui-sui Kabupaten Simalungun. Jumat,(19/6/2026)
Mangihut mengatakan, sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, dirinya menerima informasi terkait peristiwa tersebut sejak beberapa hari lalu dan langsung menindaklanjutinya dengan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
“Kasus ini sudah saya terima informasinya sekitar 2–3 hari yang lalu. Saya langsung koordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara, saya minta agar kasus ini mendapat atensi serius,” ujarnya.
Ia juga menyebut telah berkomunikasi dengan Kapolres Pematangsiantar dan menerima penjelasan terkait perkembangan penanganan perkara, termasuk timeline pengungkapan kasus yang sedang berjalan.
“Saya sudah sampaikan kepada Kapolres agar kasus ini dituntaskan secara terbuka. Kapolres juga telah memberikan timeline terkait proses pengungkapan kasus ini,” jelasnya.
Mangihut menegaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah mulai dari pengumpulan informasi hingga pengejaran para terduga pelaku.
Menurutnya, kasus tersebut harus diungkap secara terang benderang karena menyangkut hilangnya nyawa seseorang. Ia juga menekankan bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum dalam kasus ini.
“Nyawa hilang harus diusut tuntas, siapapun pelakunya harus diproses sesuai hukum. Apalagi jika bukti sudah cukup, maka harus ditindak tegas,” tegasnya.
Terkait dugaan adanya keterlibatan organisasi masyarakat (ormas) serta kendaraan berlogo IPK dalam peristiwa tersebut, Mangihut meminta publik tidak berspekulasi berlebihan.
“Jangan berasumsi dulu, biarkan kepolisian bekerja membuka semua fakta dan peran masing-masing pelaku,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam peristiwa tersebut diduga terdapat lebih dari satu pelaku, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kejadian itu.
“Dari informasi yang saya terima, ini melibatkan lebih dari satu orang. Ada kemungkinan aktor intelektual, ada pelaku lapangan, bersama-sama siapa?,” ujarnya.
Mangihut memastikan dirinya akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan berencana bertemu langsung dengan Kapolres Pematangsiantar pada Sabtu,(20/6/2026).
“Saya akan terus mempertanyakan perkembangan kasus ini, dan besok saya akan bertemu langsung dengan Kapolres Pematangsiantar,” pungkasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat atau jurnalis yang memiliki informasi tambahan agar menyampaikannya kepada pihak kepolisian untuk membantu mempercepat proses pengungkapan kasus. (AP/red)


































