Usai Tinjau Pasar Dwikora Terbakar, Penrad Siagian Minta Pedagang Dilibatkan dalam Setiap Keputusan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:57 WIB

40253 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Utara, Pdt. Penrad Siagian, S.Th., M.Si., Teol., menyatakan komitmennya untuk mengawal perjuangan para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Dwikora Parluasan, Kota Pematangsiantar.

Pernyataan tersebut disampaikan Penrad usai meninjau langsung lokasi kebakaran dan berdialog dengan para pedagang terdampak, Minggu (21/6/2026).

Menurut Penrad, aspirasi utama yang diterimanya dari para pedagang adalah perlunya dialog terbuka antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dan para korban kebakaran guna mencari solusi terbaik atas nasib mereka pascakejadian.

“Saya menerima informasi dan mendengar langsung harapan para pedagang. Mereka menginginkan adanya dialog bersama pemerintah kota untuk membahas langkah-langkah penyelesaian setelah kebakaran ini,” ujarnya.

Penrad menegaskan bahwa pedagang yang kiosnya terbakar harus menjadi pihak yang diprioritaskan dalam setiap skema penataan maupun pembangunan kembali pasar.

“Saya akan mengawal persoalan ini. Apapun bentuk kebijakan yang nantinya diambil pemerintah, pedagang yang menjadi korban kebakaran harus memperoleh prioritas utama untuk kembali berdagang di lokasi ini,” katanya.

Selain itu, ia meminta pemerintah segera menyiapkan solusi jangka pendek agar para pedagang dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi tanpa harus menunggu terlalu lama.

Menurutnya, sebagian besar pedagang menggantungkan kebutuhan hidup sehari-hari dari hasil berjualan di pasar tersebut.

“Mereka mencari nafkah setiap hari. Ketika aktivitas perdagangan berhenti, maka dampaknya langsung dirasakan keluarga mereka. Karena itu, solusi harus segera dicari agar para pedagang bisa kembali berjualan secepat mungkin,” ujarnya.

Penrad bahkan berharap pemerintah dapat menghadirkan langkah konkret dalam waktu dekat, baik melalui lokasi sementara maupun skema lain yang memungkinkan pedagang tetap beraktivitas sambil menunggu proses pembangunan kembali pasar.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti tata kelola Pasar Dwikora yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius.

Menurut Penrad, kondisi pasar yang padat dan tidak tertata dengan baik berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, termasuk menyulitkan akses kendaraan darurat saat terjadi kebakaran.

“Kondisi pasar perlu dievaluasi dan ditata kembali secara lebih baik. Penataan yang baik akan memberikan manfaat bagi pedagang, masyarakat, maupun pemerintah daerah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi pedagang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung bersama Wali Kota Pematangsiantar.

Penrad berharap pemerintah tidak mengambil keputusan secara sepihak, melainkan melibatkan para pedagang yang terdampak langsung dalam setiap pembahasan terkait masa depan Pasar Dwikora.

“Harus ada komunikasi dan dialog yang terbuka. Solusi terbaik akan lahir apabila pemerintah dan pedagang duduk bersama mencari jalan keluar,” ujarnya.

 

Wartawan : Andrew T Panjaitan,ST

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru