ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Aceh Timur bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Aceh Timur menggelar zikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan refleksi pascabencana banjir. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Darussalihin, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan atas sinergi IGTKI-PGRI dan Pokja Bunda PAUD Aceh Timur, serta dihadiri jajaran pengurus IGTKI-PGRI Kabupaten Aceh Timur, pengurus Pokja Bunda PAUD, para pengawas dan penilik PAUD, serta pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Aceh Timur. Suasana zikir dan doa berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Bunda PAUD Aceh Timur, Ny. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag., berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut. Melalui Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh Timur, Erni Handayani T. Zainal Abidin, S.Keb., yang juga menjabat Ketua BKMT Aceh Timur, Bunda PAUD menitipkan salam kepada seluruh jemaah dan menyampaikan harapan agar kegiatan serupa terus dilaksanakan ke depan.
Dalam sambutannya, Erni Handayani mengingatkan bahwa beberapa bulan sebelumnya Aceh Timur dilanda bencana banjir besar yang meninggalkan dampak mendalam bagi masyarakat, termasuk keluarga besar PAUD.
“Bencana banjir yang melanda Aceh Timur tentu meninggalkan luka, kelelahan, dan keprihatinan, baik secara fisik maupun batin. Tidak sedikit dari keluarga besar PAUD—guru, peserta didik, dan orang tua—yang terdampak secara langsung,” ujar Erni.
Ia menyampaikan empati dan doa bagi seluruh korban bencana. “Saya menyampaikan rasa kepedulian dan doa yang tulus. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran, kekuatan, dan mengganti setiap kesulitan dengan kebaikan yang berlipat ganda,” katanya.
Menurut Erni, zikir dan doa bersama merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, keselamatan, serta keberkahan dari Allah SWT. Ia berharap Aceh senantiasa dijauhkan dari bencana dan diberi ketenangan serta pemulihan dalam suasana aman dan damai.
Ia juga menekankan peran strategis guru PAUD, khususnya dalam situasi pascabencana. “Sebagai pendidik PAUD, para ibu guru tidak hanya bertugas mendidik, tetapi juga menguatkan, menenangkan, dan menjadi sumber rasa aman bagi anak-anak,” ujarnya.
Erni menambahkan, keteladanan kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian yang ditunjukkan para pendidik akan menjadi pelajaran berharga bagi anak didik. Menjelang bulan suci Ramadhan, ia mengajak seluruh peserta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana membersihkan hati dan memperkuat keimanan. (AP/red)


































