Danantara Raup USD 1,5 Miliar dari Global Bond Perdana

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:30 WIB

4031 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. (Foto:Ist)

Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. (Foto:Ist)

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara Indonesia mencatat respons positif dari pasar internasional. Dalam penerbitan yang diumumkan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin (15/6/2026), instrumen tersebut berhasil menghimpun dana USD1,5 miliar, melampaui target awal sebesar USD1 miliar setelah permintaan investor mencapai sekitar USD4,6 miliar.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan tingginya minat investor membuat nilai penerbitan obligasi ditingkatkan dari rencana semula.

“Target awal kami USD1 miliar. Namun, permintaan yang masuk mencapai sekitar USD4,6 miliar sehingga penerbitan ditingkatkan menjadi USD1,5 miliar dengan tenor lima tahun dan 10 tahun,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, tingginya minat tersebut diperoleh setelah Danantara melakukan rangkaian pertemuan dengan investor di sejumlah pusat keuangan dunia, antara lain Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam kegiatan tersebut, manajemen Danantara bertemu dengan sekitar 122 investor global.

Selain mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed), Rosan menyebut penerbitan obligasi itu juga menghasilkan tingkat imbal hasil yang dinilai kompetitif. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan yield 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan masih kuatnya kepercayaan investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Hasil ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tinggi dan itu tercermin dari respons pasar,” katanya.

Rosan menjelaskan, masing-masing tenor berhasil menghimpun dana sebesar USD750 juta. Proses penerbitan obligasi telah memasuki tahap penyelesaian administrasi, sementara pencairan dana dijadwalkan dilakukan pada 18 Juni 2026.

Ke depan, Danantara membuka peluang menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang, bahkan hingga 30 tahun, apabila kondisi pasar tetap kondusif dan permintaan investor terus meningkat.

Menurut Rosan, optimisme tersebut didasarkan pada penilaian investor terhadap stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi global.

Ia juga mengungkapkan komposisi investor dalam penerbitan obligasi tersebut didominasi oleh investor asal Amerika Serikat. Untuk obligasi tenor lima tahun, sekitar 38 persen pembeli berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari kawasan Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia.

Sementara itu, pada obligasi tenor 10 tahun, investor asal Amerika Serikat menguasai sekitar 52 persen, disusul Eropa dan Timur Tengah 31 persen, serta Asia 17 persen.

Rosan menilai komposisi tersebut menjadi indikator meningkatnya minat investor institusi global terhadap instrumen keuangan yang diterbitkan Indonesia.(RE/red)

Berita Terkait

Prabowo Terima Telepon Presiden Palestina Bahas Dukungan Indonesia
Prabowo Terima Menlu Qatar Bahas Investasi USD 4 Miliar
Ratusan Pelajar Sambut Presiden Jerman di Istana Merdeka
Presiden Jerman Optimistis IEU-CEPA Perkuat Hubungan Indonesia dan Jerman
Prabowo dan Presiden Jerman Sepakati Penguatan Investasi dan Energi
Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta Bertemu Prabowo
Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Gunakan Vape, Pelanggar Terancam Sanksi Disiplin

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:45 WIB

Prabowo Terima Telepon Presiden Palestina Bahas Dukungan Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:39 WIB

Prabowo Terima Menlu Qatar Bahas Investasi USD 4 Miliar

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:30 WIB

Danantara Raup USD 1,5 Miliar dari Global Bond Perdana

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:25 WIB

Ratusan Pelajar Sambut Presiden Jerman di Istana Merdeka

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:16 WIB

Prabowo dan Presiden Jerman Sepakati Penguatan Investasi dan Energi

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:12 WIB

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:07 WIB

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta Bertemu Prabowo

Senin, 15 Juni 2026 - 22:30 WIB

Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Gunakan Vape, Pelanggar Terancam Sanksi Disiplin

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres

NASIONAL

Prabowo Terima Menlu Qatar Bahas Investasi USD 4 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 - 02:39 WIB

Keterangan Pers Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026. (Foto:Ist)

EKONOMI & BISNIS

Danantara Raup USD 1,5 Miliar dari Global Bond Perdana

Selasa, 16 Jun 2026 - 02:30 WIB

Ratusan pelajar menyambut kedatangan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam kunjungan kenegaraan ke Indonesia, pada Senin, 15 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres

NASIONAL

Ratusan Pelajar Sambut Presiden Jerman di Istana Merdeka

Selasa, 16 Jun 2026 - 02:25 WIB