ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir memastikan perayaan Hari Jadi ke-22 digelar selama dua hari pada 26–27 Februari 2026 di kawasan Segmen 5 Waterfront City Pangururan. Kepastian itu disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung Rabu, 25 Februari 2026, di Aula Kantor Bupati Samosir.
Ketua Panitia yang juga Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Samosir, Tunggul Sinaga, memimpin konferensi pers tersebut bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Tetty Naibaho; serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ferdinand Sitanggang.
Tunggul menegaskan, perayaan mengusung tema “Samosir Rumah Kita”. Pemerintah daerah memosisikan momentum ini sebagai ruang refleksi sekaligus strategi promosi pariwisata.
“Perayaan ini bukan sekadar seremoni. Kami ingin mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Samosir,” ujar Tunggul.
Ia menjelaskan, anggaran kegiatan difokuskan untuk pelestarian budaya dan promosi destinasi wisata. Pemerintah daerah menargetkan dampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengusaha homestay, serta sektor perhotelan.
Panitia juga menanggapi polemik perubahan jadwal onan (pajak tradisional) dari Rabu menjadi Senin. Tunggul menyebut keputusan itu diambil setelah rapat dan mempertimbangkan kesiapan teknis di lapangan.
Panitia harus mengatur mobilisasi peralatan oleh penyelenggara acara (event organizer/EO), termasuk pengangkutan panggung dan perlengkapan pendukung. Jika onan tetap berlangsung mendekati hari pelaksanaan, panitia menilai pemasangan peralatan dan pengelolaan kebersihan berisiko terganggu.
“Kami memilih opsi yang paling memungkinkan secara teknis. Semua alternatif sudah kami bahas,” kata Tunggul.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ferdinand Sitanggang, mengakui munculnya keberatan dari sebagian pedagang. Namun, pemerintah daerah telah menyosialisasikan perubahan itu melalui surat resmi.
“Kami memahami keluhan pedagang. Namun keputusan ini merupakan hasil pembahasan panitia dengan mempertimbangkan kesiapan lokasi,” ujar Ferdinand.
Pemkab Samosir menyediakan 25 stan khusus bagi UMKM lokal. Panitia memprioritaskan pelaku usaha dari Samosir untuk mengisi seluruh stan yang tersedia.
Rangkaian kegiatan dimulai pada hari pertama, Rabu, 26 Februari 2026. Panitia membuka Festival Kuliner dengan agenda demo memasak naniura dan dali ni horbo (susu kerbau), serta dialog tentang kopi khas Samosir.
Wakil Bupati Samosir membuka festival dan meninjau stan UMKM yang berpartisipasi. Pemerintah daerah menempatkan pelaku UMKM sebagai aktor utama dalam perayaan tersebut.
Pada siang hingga sore hari, Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir mengoordinasikan panggung seni pelajar. Siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama dari sejumlah kecamatan menampilkan tari tradisional, musik daerah, pantomim, hingga atraksi Pramuka. Panitia menghadirkan ruang apresiasi tanpa unsur kompetisi yang berpotensi mengeksploitasi anak, sejalan dengan prinsip pemberitaan ramah anak.
Memasuki malam, hiburan rakyat menghadirkan band lokal seperti Perona Band, Family Voice, The Boys Trio, dan Siantar Rap Foundation.
Puncak perayaan berlangsung Kamis, 27 Februari 2026, diawali kebaktian oikumenis sebagai ungkapan syukur. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, perwakilan kepala daerah kawasan Danau Toba, anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Utara, serta masyarakat menghadiri kegiatan tersebut.
Panitia menggelar seremoni nasional dengan menyanyikan “Indonesia Raya”, mengheningkan cipta, dan menyanyikan Mars “Samosir Membangun”. Bupati dan Wakil Bupati kemudian memimpin prosesi penyalaan lilin dan pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol refleksi perjalanan 22 tahun pemerintahan.
Dalam sesi siang, pemerintah daerah menyerahkan secara simbolis tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Sumut Tahun 2025, piagam penghargaan kepada sponsor dan pegiat budaya, serta apresiasi kepada kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Andaliman dan Kopi Typica. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana turut menyerahkan Bantuan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Pada malam puncak, pemerintah daerah meluncurkan Horas Samosir Fiesta 2026 yang ditandai pemukulan taganing dan pemutaran video kalender event tahun depan. Peluncuran ini menjadi bagian dari penguatan posisi Samosir dalam kawasan Danau Toba sebagai destinasi prioritas nasional.
Panitia kemudian menghadirkan artis lokal seperti Nauli Sister, D’Roha Voice, Nabasa Trio, dan Toton Caribo. Grup band nasional Ungu tampil sebagai penutup dan menjadi magnet utama pengunjung.
Tetty Naibaho menyebut kehadiran artis nasional sebagai strategi promosi untuk menarik wisatawan.
“Artis nasional memberi daya tarik tambahan. Kami berharap efek ekonominya dirasakan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Panitia menargetkan 4.000 hingga 5.000 pengunjung selama dua hari kegiatan. Pemerintah Kabupaten Samosir berharap momentum ini memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata budaya dan alam unggulan di Sumatera Utara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang, menyatakan pemerintah terbuka terhadap kerja jurnalistik yang independen dan profesional sesuai Undang-Undang Pers.
“Kami berharap media menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ujarnya. (AP/red)
































