ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara kembali menambah dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Asahan. Peresmian SPPG Polres Asahan 3 dan 4 berlangsung di Markas Polsek Air Batu, Senin (2/3/2026), sekaligus mendorong jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumut menembus 346.382 orang.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, diwakili Wakapolda Brigjen Pol. Sonny Irawan dalam acara tersebut. Hadir pula unsur Bhayangkari Daerah Sumut, pejabat utama Polda Sumut, Bupati Asahan, Kapolres Asahan, perwakilan DPRD, serta koordinator wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Asahan.
Dalam sambutannya, Sonny menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan serta operasional SPPG. Ia menegaskan pemenuhan gizi anak merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Investasi pada kualitas gizi anak sejak dini akan menentukan daya saing sumber daya manusia di masa depan. Program MBG adalah langkah konkret menjawab tantangan stunting, ketimpangan akses gizi, serta peningkatan mutu pendidikan generasi muda,” ujarnya.
Program MBG merupakan salah satu prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan generasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Dalam pelaksanaannya, Polri mengawasi proses produksi dan distribusi makanan agar berjalan higienis dan tepat sasaran.
Data Polda Sumut mencatat, saat ini terdapat 117 SPPG Polri di wilayah tersebut. Sebanyak 53 unit telah beroperasi, termasuk tambahan SPPG Asahan 3 dan 4; 25 unit dalam tahap persiapan operasional; dan 41 unit dalam proses pembangunan.
Sebelum penambahan dua unit di Asahan, jumlah penerima manfaat tercatat 334.059 orang dengan dukungan 5.311 pegawai SPPG. Setelah peresmian, angka itu meningkat menjadi 346.382 penerima manfaat dengan 5.499 pegawai tetap.
SPPG Polres Asahan 3 di Aek Kuasan berdiri di atas bangunan seluas 396 meter persegi dan melayani 3.263 penerima manfaat. Sementara SPPG Polres Asahan 4 di Air Batu memiliki luas 416 meter persegi dengan 3.005 penerima manfaat. Kedua fasilitas dibangun selama 60 hari kalender menggunakan gedung baru di lingkungan polsek setempat.
Sebelumnya, SPPG Polres Asahan 1 dan 2 telah beroperasi sejak Agustus dan Oktober 2025 dengan total 6.055 penerima manfaat serta melibatkan 94 relawan. Dengan empat SPPG aktif, Polres Asahan kini melayani 12.323 penerima manfaat dan memberdayakan 188 relawan.
Wakapolda menekankan pentingnya menjaga standar keamanan pangan. Ia meminta seluruh tahapan—mulai dari seleksi bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi—dilaksanakan disiplin sesuai prosedur operasional.
“Ketepatan sasaran distribusi, kualitas makanan, serta jaminan keamanan konsumsi harus menjadi prioritas utama. SPPG harus menjadi model program yang berorientasi pada kesejahteraan dan keselamatan penerima manfaat,” katanya.
Polda Sumut menegaskan kehadiran SPPG bukan hanya bentuk dukungan terhadap program nasional, tetapi juga wujud peran Polri dalam pelayanan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan di Kabupaten Asahan. (AP/red)
































