ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyalurkan sejumlah bantuan sosial, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi di Kabupaten Samosir, Jumat (24 April 2026). Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tersebut menyasar berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga pengelolaan lingkungan.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, Wakil Bupati, serta jajaran manajemen Inalum, termasuk Komisaris Independen Hari Soebagijo dan Direktur Operasional Ivan Ermisyam.
Perwakilan Inalum menyatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak jangka panjang,” ujar Kepala Divisi Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Inalum, Susyam Widodo.
Bantuan yang disalurkan mencakup sarana pendidikan, dukungan beasiswa, pengembangan ekonomi lokal, serta fasilitas lingkungan. Di sektor pendidikan, Inalum memberikan perlengkapan pembelajaran kepada sejumlah sekolah serta bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, perusahaan memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, termasuk pelatihan pengolahan hasil perikanan dan pengembangan homestay berbasis pariwisata.
Sementara itu, pada sektor lingkungan, bantuan meliputi pembangunan fasilitas pengelolaan sampah, penanaman pohon, serta penyediaan sarana pendukung seperti tempat sampah dan kendaraan operasional.
Pemerintah Kabupaten Samosir menerima sejumlah bantuan berupa satu unit mobil tangki air berkapasitas 4.500 liter, kontainer sampah, becak motor pengangkut sampah, serta ribuan unit tempat sampah.
Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan tersebut. Ia menilai program CSR yang dilakukan telah menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat.
“Bantuan ini cukup membantu masyarakat. Kami berharap program seperti ini dapat berlanjut dan ditingkatkan,” ujarnya.
Vandiko juga menyoroti pentingnya penguatan sektor lingkungan, terutama di tengah kondisi penurunan debit air Danau Toba yang disebut dipengaruhi musim kemarau.
Ia mengingatkan agar program penanaman pohon tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi diikuti dengan perawatan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan penambahan dukungan sarana pengelolaan sampah dan pemadam kebakaran, seiring meningkatnya volume sampah, khususnya pada akhir pekan.
Komisaris Independen Inalum, Hari Soebagijo, menyatakan bahwa perusahaan berupaya memastikan setiap program CSR memiliki dampak nyata dan berkelanjutan.
Menurutnya, sektor pendidikan dan lingkungan menjadi fokus utama karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berupaya agar program yang dijalankan tidak bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat yang terukur,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tantangan lingkungan, termasuk dampak kemarau terhadap ketersediaan air dan kondisi lahan, yang memerlukan perhatian bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Di sisi lain, program beasiswa yang diberikan turut dirasakan langsung oleh penerima manfaat. Salah satu orang tua mahasiswa penerima bantuan menyatakan dukungan tersebut membantu keberlanjutan pendidikan anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, penerima beasiswa menyebut bantuan tersebut memungkinkan dirinya melanjutkan pendidikan tanpa tekanan biaya yang signifikan.
Meski demikian, efektivitas program CSR tersebut masih memerlukan evaluasi jangka panjang, terutama terkait dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di wilayah Samosir. (AP/red)

































