Hari Jadi ke-155, Wali Kota Wesly: Siantar Rumah Kita, Pembangunan dan Investasi Digenjot

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 15:35 WIB

40212 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat paripurna DPRD dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar yang digelar di Gedung Harungguan, Jumat pagi,24 April 2026.

Rapat paripurna DPRD dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar yang digelar di Gedung Harungguan, Jumat pagi,24 April 2026.

ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn., menghadiri rapat paripurna DPRD dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar yang digelar di Gedung Harungguan, Jumat pagi (24 April 2026). Dalam forum tersebut, pemerintah daerah menekankan capaian kinerja sekaligus arah kebijakan pembangunan ke depan.

Tema “Siantar Rumah Kita” menjadi penekanan utama dalam peringatan tahun ini. Pemerintah kota memaknai tema tersebut sebagai ajakan membangun rasa memiliki terhadap kota, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Dalam pidatonya, Wesly menyatakan pemerintah kota akan terus menyusun kebijakan yang berorientasi pada pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan. Ia juga menegaskan upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berupaya menjaga dan meningkatkan capaian yang telah diraih sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Wesly.

Ia memaparkan sejumlah indikator kinerja daerah tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 81,71, dengan usia harapan hidup 75,42 tahun. Angka tersebut, menurutnya, berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka disebut menurun menjadi 7,74 persen.

Meski demikian, data tersebut belum disertai rincian komparatif maupun metodologi pengukuran dalam forum tersebut.

Wesly juga menyinggung fondasi historis Kota Pematangsiantar yang dikaitkan dengan kepemimpinan Raja Sang Naualuh Damanik. Nilai-nilai lokal yang dikenal sebagai “delapan poda” disebut masih relevan sebagai pedoman moral dalam pembangunan daerah.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk unsur DPRD, Forkopimda, serta masyarakat, atas dukungan terhadap stabilitas daerah. Pemerintah kota juga mengklaim adanya peningkatan peringkat toleransi, dengan Pematangsiantar disebut berada di posisi keempat nasional pada 2026.

“Capaian ini diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wesly juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan visi kota yang cerdas, sehat, kreatif, dan selaras.

Sementara itu, Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, S.H., menilai peringatan hari jadi tidak semata seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjalanan sejarah dan arah pembangunan kota.

Ia mengingatkan bahwa kelahiran Kota Pematangsiantar pada 24 April 1871 memiliki keterkaitan historis dengan Raja Sang Naualuh, yang dikenal sebagai tokoh perlawanan terhadap kolonialisme Belanda.

Menurut Timbul, nilai-nilai kepemimpinan tokoh tersebut—seperti kejujuran, keberanian, keberpihakan kepada rakyat, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan—perlu diinternalisasi oleh penyelenggara pemerintahan saat ini.

“Peringatan ini seharusnya menjadi refleksi terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kearifan lokal, termasuk prinsip “Habonaron do Bona” dan “Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadasi”, dalam kehidupan sosial dan tata kelola pemerintahan.

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, didampingi wakil ketua, serta dihadiri unsur Forkopimda, jajaran organisasi perangkat daerah, dan tokoh masyarakat. (AP/red)

Berita Terkait

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen
Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan
Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi
Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH
Kasat Lantas Polres Simalungun Gelar Pelatihan Safety Riding di PT Aice Sei Mangkei, Laka Lantas Turun 30 Persen Selama Operasi Patuh Toba 2026
BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun
Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN
Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:21 WIB

Dugaan Kayu Hutan Hatonduhan Masuk Pematangsiantar, Sejumlah Sawmill Diminta Buka Dokumen

Kamis, 5 November 2026 - 21:22 WIB

Wesly Silalahi Terima Pokok Pikiran DPRD Pematangsiantar, Prioritas dan Kemampuan Anggaran Jadi Pertimbangan

Kamis, 5 November 2026 - 21:11 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan, Kepala KPH Pematangsiantar Janji Turunkan Petugas Ke Lokasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:04 WIB

Perambahan Hutan Hatonduhan Disorot DPRD Sumut, Komisi A Minta Laporan Resmi KPH

Kamis, 5 November 2026 - 18:30 WIB

BPKP Dorong Transparansi Dana Desa, 200 Camat dan Pangulu Ikuti Workshop di Simalungun

Kamis, 5 November 2026 - 17:40 WIB

Asahan Raih Nilai 97,30 Kategori Istimewa, KPK Temukan 11 Pejabat Belum Lapor LHKPN

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WIB

Rakernas III PJS Tetapkan Tujuh Rekomendasi, Targetkan UKW di 26 Provinsi

Kamis, 5 November 2026 - 17:15 WIB

KPK Beri Nilai 97,30 Persen kepada Pemkab Asahan, Sejumlah Catatan Perbaikan Tetap Disampaikan

Berita Terbaru