Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, Rico Waas Instruksikan Penguatan Evakuasi Banjir

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:15 WIB

405 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, MEDAN – Pemerintah Kota Medan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang periode curah hujan tinggi. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Balai Kota Medan, Rabu (28/10/2026), dengan menekankan kesiapan evakuasi, logistik, dan komunikasi darurat.

Langkah tersebut berkaca pada banjir yang melanda 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan pada 27 November 2025. Bencana itu berdampak terhadap sekitar 85.000 jiwa, sehingga pemerintah daerah menilai kesiapan lintas instansi perlu diperkuat sebelum keadaan darurat terjadi.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, para camat, serta perwakilan BMKG, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI, Polri, Basarnas, kejaksaan, dan pemangku kepentingan terkait.

Dalam arahannya, Rico Waas menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan menggelar rapat setelah bencana terjadi. Seluruh instansi harus memiliki rencana tindakan yang jelas, memahami tanggung jawab masing-masing, dan mampu bergerak cepat ketika situasi darurat muncul.

“Tahun lalu kota Medan dilanda banjir di 19 Kecamatan dengan dampak masyarakat hingga mencapai 85.000 jiwa. Maka tahun ini, kita kembali dihadapkan pada potensi problematika hidrometeorologi. Kapan tepatnya terjadi tentu kita tidak tahu, dan kita berharap jangan sampai terjadi. Namun apabila terjadi kondisi yang sama atau lebih parah, apa yang harus kita lakukan? Jangan sampai kita kalang kabut,” ujar Rico.

Ia mengingatkan bahwa ancaman banjir tidak hanya dipengaruhi hujan yang turun di wilayah Kota Medan. Peningkatan debit air dari kawasan hulu juga dapat memicu kenaikan permukaan sungai meskipun hujan lokal tidak terlalu deras.

Rico mencontohkan kejadian beberapa hari sebelumnya ketika debit air sungai dilaporkan meningkat sekitar 50–60 sentimeter akibat hujan lebat di kawasan hulu.

“Hujan di hulu saja bisa menyebabkan air kita bisa naik, bagaimana lagi apabila terjadi hujan yang cukup lebat juga terjadi di kota Medan. Ini bisa kita pantau dari Kecamatan Medan Tuntungan dan Kecamatan Medan Selayang,” katanya.

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi kemungkinan banjir, Rico menginstruksikan sejumlah langkah yang harus segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dan instansi terkait.

Pertama, pemetaan jalur evakuasi dan titik kumpul. BPBD bersama pihak kecamatan dan kelurahan diminta memastikan jalur evakuasi serta assembly point atau titik kumpul tersedia dan diketahui masyarakat. Setiap lokasi juga harus memiliki penanggung jawab lapangan serta nomor kontak darurat yang aktif dan terverifikasi.

Kedua, memastikan kesiapan logistik dan peralatan evakuasi. Pemerintah kecamatan diminta memastikan ketersediaan perahu karet, perahu bermesin, dan logistik pangan. Seluruh peralatan harus siap digunakan ketika dibutuhkan, tanpa terkendala proses birokrasi yang memperlambat penanganan darurat.

Ketiga, menyiapkan jaringan komunikasi alternatif. Rico menyinggung banjir tahun lalu yang merendam gardu PLN di kawasan Mabar dan menyebabkan gangguan listrik di wilayah Medan bagian utara, meliputi Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan, hingga Medan Belawan. Gangguan tersebut turut berdampak pada jalur komunikasi.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan diminta menyiapkan alternatif jaringan komunikasi, termasuk penggunaan perangkat seperti Starlink di titik-titik yang dinilai membutuhkan dukungan komunikasi darurat.

Rico menegaskan bahwa setiap instansi harus menjalankan tugas secara efektif dan terkoordinasi. Ia tidak ingin penanganan bencana terhambat oleh koordinasi yang lambat ataupun saling lempar tanggung jawab ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Sebagai langkah konkret, Pemko Medan berencana segera menggelar simulasi penanganan bencana banjir. Simulasi tersebut ditujukan untuk menguji kesiapan petugas, kecepatan koordinasi, serta efektivitas prosedur evakuasi dan penanganan darurat.

“Jadi kita langsung kerja. Jangan nanti koordinasinya kelamaan, orang akan bilang kenapa rapat-rapat aja. Besok kita akan melakukan simulasi, kalau ada yang error, disitu langsung kita evaluasi sehingga pada saat kejadian yang sesungguhnya kita tidak lagi kaget,” tegas Rico.

Melalui simulasi tersebut, pemerintah kota berharap berbagai kendala operasional dapat diketahui dan diperbaiki sebelum bencana sesungguhnya terjadi.

Kepala Balai BMKG Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan seluruh wilayah Sumatera Utara telah memasuki musim hujan sejak Oktober, yang berlanjut pada November hingga Desember. Periode tersebut secara historis memiliki tingkat curah hujan yang tinggi.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan pola musim, tetapi juga mengikuti perkembangan informasi cuaca karena dinamika atmosfer dapat memicu peningkatan curah hujan ekstrem secara tiba-tiba.

“BMKG mengingatkan kembali potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi prakiraan cuaca dari BMKG guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat dinamika atmosfer yang tidak menentu,” terang Hendro.

Peringatan tersebut menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami genangan, luapan sungai, maupun banjir kiriman dari kawasan hulu.

Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak menunda evakuasi mandiri apabila ketinggian genangan mulai membahayakan.

Ia juga meminta setiap keluarga menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan penting, termasuk dokumen keluarga dan dokumen berharga seperti ijazah serta surat tanah. Keluarga yang memiliki bayi perlu menyiapkan perlengkapan khusus, antara lain susu dan popok.

“Kewaspadaan sangat diperlukan. Masyarakat harus menyiapkan tas siaga bencana. Di dalam tas tersebut, berisikan kelengkapan keluarga, berbagai dokumen penting seperti ijazah dan surat tanah. Dan bagi keluarga yang memiliki bayi, perlengkapan seperti susu dan pampers juga harus dipersiapkan,” ujar Yunita.

Menurutnya, BPBD Kota Medan saat ini telah menyiagakan 53 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu proses evakuasi di 21 kecamatan, dengan dukungan peralatan yang telah disiapkan.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan kondisi terdampak dapat menghubungi Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Medan melalui nomor 0813-7080-0880. Warga juga diimbau mengikuti pembaruan informasi melalui akun Instagram resmi BPBD Kota Medan.

Kesiapsiagaan pemerintah, koordinasi lintas instansi, dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana hidrometeorologi di Kota Medan.

 

Laporan : Mery Bintang.

 

Berita Terkait

Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Kabinda, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan
Pemko Medan dan UNHCR Bahas Penanganan Pengungsi Berbasis Kemanusiaan dan Hukum
Tinjau Pemanfaatan Dana TKD, Satgas PRR Sumut Apresiasi Pembangunan di Simalungun
Antisipasi Banjir, Pemko Medan Siagakan 23 Perahu Karet dan Gandeng Komunitas Offroad
Prabowo Bertemu Menlu Singapura di Hambalang, Pertemuan Berlangsung Tertutup
Kapolda Sumut Silaturahmi dengan INTI, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kamtibmas
agub Sumut Dukung Revisi Perda Narkoba untuk Antisipasi Penyalahgunaan Vape
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Samosir Serahkan 781 SK PPPK Paruh Waktu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem, Rico Waas Instruksikan Penguatan Evakuasi Banjir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Kapolda Sumut Silaturahmi dengan Kabinda, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Pemko Medan dan UNHCR Bahas Penanganan Pengungsi Berbasis Kemanusiaan dan Hukum

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Tinjau Pemanfaatan Dana TKD, Satgas PRR Sumut Apresiasi Pembangunan di Simalungun

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Prabowo Bertemu Menlu Singapura di Hambalang, Pertemuan Berlangsung Tertutup

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Kapolda Sumut Silaturahmi dengan INTI, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kamtibmas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:15 WIB

agub Sumut Dukung Revisi Perda Narkoba untuk Antisipasi Penyalahgunaan Vape

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Samosir Serahkan 781 SK PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru