Investasi Pendidikan 41 Miliar, Bupati Samosir Percepat Pembangunan SMA Plus Santo Mikael

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 09:57 WIB

4023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana pembangunan kompleks pendidikan, direncanakan berada di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, tidak jauh dari Puskesmas Buhit, dengan luas lahan sekitar 3,2 hektare.

Rencana pembangunan kompleks pendidikan, direncanakan berada di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, tidak jauh dari Puskesmas Buhit, dengan luas lahan sekitar 3,2 hektare.

ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir bersama Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar mempercepat rencana pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan. Sekolah unggulan yang diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp41 miliar tersebut ditargetkan mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.

Komitmen itu mengemuka dalam kunjungan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom ke Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan, kesiapan fasilitas, dukungan infrastruktur, serta tahapan penyelenggaraan pendidikan.

Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, Pastor Fridolinus Simanjorang, menyambut positif kehadiran Bupati Samosir. Menurutnya, dukungan langsung pemerintah daerah menjadi dorongan bagi yayasan untuk mempercepat program pendidikan yang telah dibahas bersama Pemkab Samosir.

Ia juga menyampaikan bahwa rencana pembangunan SMA Plus Santo Mikael mendapat dukungan dari Uskup Agung Medan.

“Suatu kehormatan bagi kami. Kami sangat bangga dan bersyukur karena Bapak Bupati menjadi kepala daerah pertama yang hadir di Yayasan Santo Yoseph. Kehadiran ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kami untuk mempercepat program yang telah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Samosir,” ujar Pastor Fridolinus.

Yayasan menargetkan tahapan pembangunan dimulai pada 2026, sedangkan penerimaan siswa baru direncanakan berlangsung pada tahun ajaran 2027. Untuk tahap awal, kegiatan pembelajaran akan memanfaatkan fasilitas SMA Santo Mikael yang telah tersedia sembari pembangunan kompleks SMA Plus dan asrama dilaksanakan.

Yayasan memperkirakan seluruh aktivitas pendidikan dapat dipusatkan di kompleks baru dalam dua tahun ke depan. Namun, pencapaian target tersebut bergantung pada kesiapan pembangunan dan penyelesaian fasilitas pendukung.

“Kami harus bergerak cepat. Pada masa kepemimpinan Bupati, sekolah unggulan ini diharapkan sudah terwujud dan diresmikan. Yayasan Santo Yoseph siap berkolaborasi demi kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan di Samosir,” ungkap Pastor Fridolinus.

SMA Plus Berasrama Santo Mikael dirancang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, keimanan, kepemimpinan, kedisiplinan, serta kemampuan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi dan budaya digital.

Sekolah tersebut mengusung motto “Educating Compassionate Future Leaders for God, Humanity, and the Integrity of Creation”. Program pendidikannya juga dirancang memberi prioritas kepada putra-putri Samosir, termasuk calon peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Kekayaan budaya Batak turut menjadi bagian dari konsep pendidikan. Peserta didik nantinya diarahkan mengenal dan mengembangkan budaya lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan berbicara di depan umum atau public speaking juga akan menjadi bagian dari pembinaan.

Rencana pembangunan kompleks pendidikan tersebut diperkirakan membutuhkan investasi jangka panjang sekitar Rp41 miliar yang akan dilaksanakan melalui empat fase pengembangan. Lokasinya direncanakan berada di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, tidak jauh dari Puskesmas Buhit, dengan luas lahan sekitar 3,2 hektare.

Kompleks itu dirancang mencakup gedung sekolah, asrama putra dan putri, aula, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, taman siswa, rumah kaca atau greenhouse, lahan pertanian, area parkir, gapura, serta fasilitas pendukung lainnya.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan, kunjungannya ke yayasan merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan sekolah unggulan yang telah lama menjadi cita-cita pembangunan pendidikan di Samosir.

“SMA unggulan ini sudah lama kami idam-idamkan dan cita-citakan. Kehadiran kami hari ini menunjukkan keseriusan untuk mengupayakan agar SMA Plus hadir di Samosir,” kata Vandiko.

Ia menjelaskan, Pemkab Samosir sebelumnya telah berupaya mendorong kehadiran sekolah unggulan melalui pemerintah di tingkat lebih tinggi. Karena itu, kesediaan Yayasan Santo Yoseph untuk membangun SMA Plus di Samosir dinilai sebagai peluang memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.

Selain rencana tersebut, Pemkab Samosir juga menyebut pembangunan SMK Unggulan di kawasan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, yang mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Utara.

“Kami siap bersinergi agar SMA Plus ini segera terbangun di Samosir. Kami sangat senang dan siap mendukung,” ujar Vandiko.

Sebagai bentuk dukungan, Vandiko menyampaikan bahwa hasil pembahasan bersama yayasan akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan anggaran tahun 2027. Pemerintah daerah akan berupaya mengakomodasi dukungan sesuai kebutuhan dan kewenangannya.

Dukungan yang direncanakan meliputi pembukaan dan peningkatan akses jalan menuju lokasi, pematangan lahan menggunakan alat berat, fasilitasi perizinan termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), serta koordinasi penyediaan jaringan listrik.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pembangunan ini. Untuk urusan jalan, kami akan mendukung. Alat berat juga akan disiapkan, termasuk untuk pematangan lahan dan membantu mobilisasi kebutuhan pembangunan asrama. Perizinan juga akan kami dukung,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Samosir, Rudimanto Limbong, menjelaskan bahwa penanganan sebagian akses menuju lokasi telah dimulai. Pemerintah daerah juga merencanakan pembukaan jalan dengan lebar sekitar 6–7 meter untuk mendukung mobilisasi material dan kebutuhan pembangunan.

Menurut Rudimanto, pembukaan jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan tahun berikutnya. Sementara itu, pada 2026, pemerintah daerah akan memberikan dukungan secara bertahap melalui pekerjaan sirtunisasi untuk membantu kelancaran mobilisasi.

“Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini, kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi guna mendukung mobilisasi pembangunan,” jelasnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PU Rudimanto Limbong, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Dumosch Pandiangan, Kepala Bidang Perumahan Anggiat Pandiangan, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Togarma Naibaho, pengurus Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, kepala divisi, perwakilan yayasan dari sejumlah sekolah, serta Pastor Vikep Marianus Kedang.

Rencana pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan unggulan di Kabupaten Samosir. Namun, keberhasilan target penerimaan siswa pada 2027 akan sangat ditentukan oleh kesiapan fasilitas pembelajaran, kepastian tahapan pembangunan, dukungan pembiayaan, serta penyelesaian infrastruktur dasar.

Bagi masyarakat, komitmen tersebut perlu diikuti keterbukaan mengenai realisasi investasi, mekanisme penerimaan siswa, skema bantuan bagi keluarga kurang mampu, dan perkembangan pembangunan setiap fase. Dengan demikian, kehadiran sekolah unggulan ini tidak berhenti sebagai rencana, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi generasi muda Samosir.(AP/red)

Berita Terkait

Wabup Asahan Tutup Turnamen Minisoccer 2026, Ini Daftar Juara SD hingga SMA
Kapolda Sumut dan Bhayangkari Hadirkan Fasilitas Air Bersih dan MCK untuk Warga
Liswati Wesly Silalahi Beri Dukungan Kontingen Pematangsiantar di Jambore Kader PKK Sumut 2026
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal, 11 Ponsel Disita
Bobby Nasution Tinjau Perkuatan Tanggul Sungai Wampu, Warga Diminta Awasi Kualitas Pekerjaan
Jalan Desa hingga Jembatan Antardusun Jadi Sasaran Program Pemprov Sumut 2027–2030
Bobby Nasution Targetkan Irigasi 7,5 Km di Secanggang Mulai Dibangun 2027
Dishub Pematangsiantar Amankan Lalu Lintas di 22 Titik, Simpang Rambung Merah Jadi Perhatian

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 23:17 WIB

Wabup Asahan Tutup Turnamen Minisoccer 2026, Ini Daftar Juara SD hingga SMA

Selasa, 3 November 2026 - 21:50 WIB

Kapolda Sumut dan Bhayangkari Hadirkan Fasilitas Air Bersih dan MCK untuk Warga

Selasa, 3 November 2026 - 21:35 WIB

Liswati Wesly Silalahi Beri Dukungan Kontingen Pematangsiantar di Jambore Kader PKK Sumut 2026

Selasa, 3 November 2026 - 21:05 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal, 11 Ponsel Disita

Selasa, 3 November 2026 - 20:10 WIB

Bobby Nasution Tinjau Perkuatan Tanggul Sungai Wampu, Warga Diminta Awasi Kualitas Pekerjaan

Selasa, 3 November 2026 - 18:52 WIB

Bobby Nasution Targetkan Irigasi 7,5 Km di Secanggang Mulai Dibangun 2027

Selasa, 3 November 2026 - 18:30 WIB

Dishub Pematangsiantar Amankan Lalu Lintas di 22 Titik, Simpang Rambung Merah Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WIB

Lebih dari 3 Hektare Lahan RPH Medan Belum Produktif, Pemko Dorong Kerja Sama Investor

Berita Terbaru