ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Proyek rehabilitasi drainase di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, yang memiliki nilai kontrak Rp399.582.000, menjadi sorotan warga. Saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, ruas jalan masih dilaporkan tergenang sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pekerjaan yang sedang berlangsung.
Pantauan di lokasi pada Jumat (12/6/2026) menunjukkan proyek masih dalam tahap pelaksanaan. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan Rehabilitasi Drainase Jalan Viyata Yudha dibiayai melalui APBD Kota Pematangsiantar Tahun Anggaran 2026.
Kontrak pekerjaan bernomor 008/900.1.15/3128/KONTRAK/IV-2026 ditandatangani pada 21 April 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Surya Empat Delapan dengan direktur tercantum atas nama Irwansyah.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengaku masih mempertanyakan kualitas pekerjaan, terutama terkait kondisi saluran drainase serta campuran material yang digunakan.
Salah seorang warga, M. Sihotang, menilai secara kasat mata campuran mortar yang digunakan terlihat kurang padat. Ia juga menyoroti bentuk saluran yang menurutnya belum rata sehingga dikhawatirkan tidak mampu mengalirkan air secara optimal saat hujan.
“Kalau dilihat dari campurannya, saya menduga kadar semen yang digunakan sedikit dibanding pasir. Bentuk salurannya juga terlihat bergelombang. Kekhawatiran kami, saat hujan deras air tetap meluap seperti sebelumnya,” ujar M. Sihotang.
Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi warga dan belum didukung hasil pengujian teknis terhadap mutu material.
Keterangan yang diperoleh dari pekerja di lapangan menunjukkan adanya perbedaan informasi mengenai komposisi campuran material.
Seorang pekerja bernama Eko menyebut campuran yang digunakan sekitar satu sak semen 40 kilogram untuk tiga beko pasir.
Sementara pekerja lain, Adi, mengatakan proses pengadukan menggunakan setengah sak semen 40 kilogram dengan sekitar 25 sekop pasir dan batu kerikil.
Perbedaan penjelasan tersebut belum dapat diverifikasi kepada penanggung jawab teknis maupun konsultan pengawas proyek.
Menanggapi sorotan warga terkait material bongkaran yang masih berada di sekitar lokasi, pengawas lapangan yang memperkenalkan diri sebagai Budi mengatakan pekerjaan masih berlangsung sehingga proses pembersihan belum dilakukan.
“Pekerjaan ini masih berjalan, jadi belum selesai seluruhnya. Nanti akan dirapikan pada tahap akhir,” katanya.
Terkait bagian saluran yang belum diplester, Budi menjelaskan pekerjaan tersebut akan diselesaikan pada tahap finishing.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Pematangsiantar belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga maupun perbedaan informasi mengenai campuran material yang digunakan dalam proyek tersebut.
ATAPKOTA.COM masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta Kepala Dinas PUTR Kota Pematangsiantar guna memperoleh penjelasan yang berimbang.
Warga berharap proyek rehabilitasi drainase tersebut mampu mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di Jalan Viyata Yudha. Menurut warga, kawasan tersebut pernah mengalami sejumlah peristiwa kecelakaan saat banjir sehingga kualitas pembangunan saluran air menjadi perhatian masyarakat.
Kontributor : Valtin Silitonga-atapkota.



































