ATAPKOTA.COM, SAMOSIR – Keindahan alam Danau Toba kembali menjadi sorotan dunia melalui penyelenggaraan Trail of The Kings by UTMB 2026. Ajang lari lintas alam bertaraf internasional yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 itu tidak hanya menyajikan lintasan ekstrem, tetapi juga memperkenalkan pesona Pulau Samosir kepada lebih dari seribu pelari dari berbagai negara.
Sepanjang perlombaan, peserta melintasi beragam karakter medan, mulai dari tepian Danau Toba, kawasan perbukitan, jalur hutan, hingga perkampungan yang masih mempertahankan kekayaan budaya lokal. Panorama alam tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi para pelari yang datang dari dalam maupun luar negeri.
Sejumlah destinasi unggulan di kawasan Kaldera Toba UNESCO Global Geopark turut menjadi bagian dari rute lomba, di antaranya kawasan Pusuk Buhit serta Jembatan Tano Ponggol, ikon wisata yang menghubungkan Pulau Samosir dengan daratan utama.
Salah seorang peserta kategori 100 kilometer asal Oman, Omar, mengaku terkesan dengan panorama Danau Toba. Bahkan, keikutsertaannya dalam Trail of The Kings menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi Indonesia.
“Ini pertama kali saya datang ke Indonesia. Danau Toba sangat indah dan memberikan pengalaman yang luar biasa,” ujar Omar di Samosir, Sabtu (13/6/2026).
Kesan serupa disampaikan David, peserta asal Jakarta. Menurutnya, keindahan alam yang disuguhkan sepanjang lintasan membuat tantangan lomba terasa berbeda dibandingkan ajang trail run lainnya.
“Pemandangan Danau Toba membuat pengalaman berlari menjadi lebih berkesan. Jalurnya menantang, tetapi panorama alamnya luar biasa,” katanya.
Trail of The Kings by UTMB 2026 diikuti 1.015 pelari yang bertanding pada sejumlah kategori, yakni 100K, 60K, 28K, serta kategori anak-anak.
Jumlah peserta mancanegara juga meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Jika pada edisi sebelumnya diikuti perwakilan dari 27 negara, tahun ini jumlahnya bertambah menjadi 34 negara, memperkuat posisi Trail of The Kings sebagai salah satu ajang sport tourism internasional di kawasan Danau Toba.
Penyelenggaraan event internasional tersebut tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Eva, salah seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Waterfront City Pangururan, mengaku penjualan meningkat selama berlangsungnya perlombaan.
“Kalau bisa event seperti ini lebih sering diadakan karena sangat membantu pedagang. Pengunjung lebih ramai dan penjualan juga meningkat,” ujarnya.
Melalui Trail of The Kings by UTMB, Kabupaten Samosir tidak hanya menjadi arena kompetisi olahraga, tetapi juga etalase promosi wisata yang memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Danau Toba kepada dunia. (AP/red)



































