ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, membuka peluang kolaborasi dengan PT Teknologi GoVirtual Indonesia untuk mempercepat digitalisasi potensi unggulan Kota Medan. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat promosi sektor pariwisata, investasi, ekonomi kreatif, hingga UMKM melalui pemanfaatan teknologi virtual imersif.
Komitmen itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi jajaran GoVirtual di Rumah Dinas Wali Kota Medan pada Senin (15/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rico didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ferry Ichsan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Arrahmaan Pane, serta Kepala Dinas Pariwisata Odi Batubara.
Rico menilai pemanfaatan teknologi digital berbasis virtual dapat menjadi strategi baru dalam memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kota Medan kepada masyarakat luas, pelaku usaha, hingga calon investor.
Menurutnya, posisi Medan sebagai kota terbesar di kawasan barat Indonesia menjadi modal penting untuk mengembangkan promosi daerah yang lebih modern dan terintegrasi.
“Kapan kita mulai di Kota Medan? Medan merupakan kota terbesar di wilayah barat Indonesia yang berhadapan langsung dengan negara luar dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Pergerakan ekonomi berkembang pesat, baik dari sektor UMKM maupun investasi,” ujar Rico Waas.
Ia menambahkan, platform GoVirtual berpotensi tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga mendukung proses perencanaan pembangunan berbasis data visual sehingga potensi daerah dapat dipetakan secara lebih terukur.
Menurut Rico, pemerintah tinggal menentukan sektor-sektor prioritas yang akan lebih dahulu ditampilkan kepada publik melalui platform digital tersebut.
“Ini merupakan implementasi dari gagasan yang sudah lama dibayangkan. Tinggal bagaimana kita menentukan prioritas dan potensi yang akan lebih dahulu ditampilkan,” katanya.
Rico menjelaskan, Pemerintah Kota Medan saat ini tengah mengembangkan sejumlah kawasan strategis, antara lain Lapangan Merdeka, Kesawan, Kota Lama, Istana Maimun, Masjid Raya Al-Mashun, Taman Sri Deli, hingga kawasan Teladan.
Selain destinasi wisata, Medan juga memiliki potensi besar di sektor kuliner, ekonomi kreatif, serta kawasan heritage peninggalan kolonial yang dinilai layak dipromosikan melalui teknologi digital agar menjangkau pasar yang lebih luas.
Tak hanya itu, Rico optimistis Medan memiliki peluang menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. Didukung jumlah penduduk yang besar, infrastruktur perhotelan, serta kekayaan kuliner, ia menilai daya saing kota perlu terus diperkuat melalui inovasi digital.
“Potensi yang ada ini ingin terus kita tingkatkan. Pemko Medan terbuka untuk melakukan diskusi intens guna mengembangkan destinasi dan potensi yang kita miliki,” ungkapnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PT Teknologi GoVirtual Indonesia, Bobby Cendrawanto, menjelaskan bahwa GoVirtual merupakan portal digital yang mengintegrasikan berbagai informasi daerah ke dalam satu platform.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi mengenai pariwisata, layanan kesehatan, agenda kegiatan, UMKM, hingga peluang investasi berdasarkan wilayah dan kategori.
Bahkan, calon wisatawan dapat melakukan eksplorasi destinasi maupun melihat fasilitas penginapan secara virtual sebelum melakukan pemesanan.
Bobby mengatakan, GoVirtual dikembangkan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari industri, pariwisata, ekonomi kreatif, investasi, pendidikan, hingga layanan pemerintahan.
“Kami berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan dapat segera terwujud sehingga teknologi virtual imersif ini mampu memperkuat promosi daerah, menarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.(MB/red)




































