ATAPKOTA.COM, MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan dukungan kepada kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumatera Utara yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi panitia dan kontingen di Rumah Dinas Wali Kota Medan pada Senin (15/6/2026).
Ajang Pesparawi Nasional dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 28 Juni 2026 dan akan mempertemukan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia.
Ketua Panitia Kontingen Pesparawi Sumatera Utara, Berkat Kurniawan Laoli, menjelaskan bahwa Sumatera Utara mengirimkan 270 peserta beserta pendamping untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Menurutnya, sekitar 70 peserta berasal dari Kota Medan, sedangkan sisanya merupakan perwakilan dari Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, Toba, dan Nias Utara.
Kontingen Sumatera Utara akan mengikuti 12 kategori perlombaan. Seluruh peserta merupakan hasil seleksi dan pemenang Pesparawi tingkat provinsi yang berhak mewakili Sumut pada kompetisi nasional.
Berkat berharap dukungan dan doa masyarakat menjadi motivasi bagi seluruh peserta agar mampu memberikan penampilan terbaik.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sumatera Utara. Hari ini rombongan pertama telah berangkat dan kami berharap dapat kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujar Berkat.
Ia juga mengingatkan bahwa pada Pesparawi Nasional 2022, kontingen Sumatera Utara berhasil meraih Piala Presiden, sehingga prestasi tersebut menjadi motivasi untuk kembali bersaing dan mengukir hasil terbaik pada penyelenggaraan tahun ini.
Menanggapi hal tersebut, Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah dipercaya mewakili Sumatera Utara. Ia berharap kontingen, khususnya peserta asal Kota Medan, mampu tampil maksimal dan membawa prestasi membanggakan.
Namun demikian, Rico menilai keberhasilan tidak semata-mata diukur dari raihan gelar juara. Menurutnya, kompetisi juga harus menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membuka peluang berkarya di masa depan.
“Yang terpenting bukan hanya menjadi juara. Setelah menang, bagaimana karya dan kemampuan yang dimiliki dapat terus dikembangkan, dipromosikan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Rico Waas.
Rico juga mendorong agar para peserta memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan bakat di bidang seni paduan suara melalui berbagai kegiatan, baik keagamaan, seni budaya, maupun event nasional dan internasasional.
Menurutnya, dukungan berkelanjutan terhadap talenta muda akan menjadi modal penting dalam melahirkan sumber daya manusia yang kreatif, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang. (MB/red)




































