ATAPKOTA.COM,MEDAN – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga kerukunan dalam keberagaman, serta berperan aktif memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Pesan tersebut disampaikan saat Kapolda Sumut melaksanakan Salat Jumat bersama sekitar 300 jamaah di Masjid Raya Miftahul Iman, Jalan Panglima Denai Nomor 86, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Sumut, Dansat Brimob, Dirintelkam, Dirbinmas, Karo SDM, Kabidkum, serta Kapolrestabes Medan.
Kapolda menjelaskan, kegiatan Jumat Keliling dan Subuh Keliling merupakan bagian dari program Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara kepolisian dan warga.
Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, ras, dan budaya di Sumatera Utara harus menjadi kekuatan untuk menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.
“Persatuan harus terus kita jaga. Sumatera Utara memiliki keberagaman suku dan ras, sehingga kita harus saling menghormati, menjaga kerukunan, dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Selain persoalan kerukunan, pemberantasan narkoba menjadi salah satu perhatian yang disampaikan Kapolda. Ia mengajak masyarakat tidak bersikap pasif terhadap penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, khususnya di Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Polisi bersama masyarakat harus saling menjaga situasi kamtibmas. Mari kita bersama-sama mengantisipasi kejahatan jalanan, seperti begal dan curanmor, serta meningkatkan kesadaran dalam tertib berlalu lintas,” katanya.
Ia menambahkan, komunikasi antara masyarakat dan kepolisian diperlukan agar berbagai persoalan keamanan dapat diketahui dan ditindaklanjuti. Masyarakat juga diharapkan segera menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana atau gangguan keamanan.
Sementara itu, khotbah Jumat yang disampaikan Ustaz Ridwan Harahap mengangkat tema Empat Pilar Kokohnya Suatu Bangsa. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan jamaah mengenai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ustaz Ridwan juga menekankan peran ulama dalam memberikan nasihat kepada pemimpin serta membimbing masyarakat agar kehidupan bermasyarakat dan bernegara berjalan dengan baik.
Kegiatan Salat Jumat bersama tersebut menjadi salah satu sarana komunikasi langsung antara jajaran kepolisian dan masyarakat. Pesan mengenai persatuan dan pemberantasan narkoba diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan tindakan nyata di lingkungan masing-masing.(AP/red)































