Pemprov Sumut Genjot Rehabilitasi Mangrove dan Perhutanan Sosial : Targetkan Semua TPA Gunakan Sanitary Landfill

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Senin, 6 Oktober 2025 - 22:15 WIB

40232 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Heri Wahyudi Marpaung saat konferensi pers terkait Pengelolaan Lingkungan dan Sumberdaya Alam Secara Berkelanjutan di Anjungan Dekranasda Sumut, lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Senin (6/10/2025).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Heri Wahyudi Marpaung saat konferensi pers terkait Pengelolaan Lingkungan dan Sumberdaya Alam Secara Berkelanjutan di Anjungan Dekranasda Sumut, lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Senin (6/10/2025).

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus menggencarkan program rehabilitasi mangrove dan penguatan perhutanan sosial. Langkah ini menjadi komitmen nyata dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai penjaga ekosistem alam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, Heri W. Marpaung, menegaskan hal tersebut saat Temu Pers Dinas LHK yang difasilitasi Dinas Kominfo Sumut di Aula Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut. Ia menekankan bahwa hutan bukan sekadar warisan, melainkan titipan yang wajib dijaga lintas generasi.

“Sebagai lembaga teknis, Dinas LHK berfokus menurunkan tingkat kerusakan hutan dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya secara lestari,” ujar Heri.

Heri menjelaskan bahwa pada 2025, Dinas LHK Sumut menargetkan pemulihan ekosistem mangrove di Kabupaten Batubara dan Langkat. Upaya itu mencakup penanaman pohon, pembentukan kelompok perhutanan sosial dan tani hutan, serta pemanfaatan hasil hutan nonkayu agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Menurut data penatagunaan hutan, luas kawasan hutan di Sumut mencapai tiga juta hektare. Pemerintah kini mendorong konsep perhutanan sosial agar warga sekitar dapat mengelola hutan secara berkelanjutan tanpa menebang pohon.

Saat ini, Sumut memiliki 284 kelompok perhutanan sosial, terdiri atas 207 kelompok hutan kemasyarakatan (HKm), 15 hutan tanaman rakyat (HTR), 18 hutan desa (HD), 32 kemitraan kehutanan (KK), dan 12 hutan adat (HA). Total luas areal pengelolaan mencapai 102.282 hektare.

Namun, Heri juga menyoroti kebiasaan pembakaran lahan di kawasan seperti Danau Toba yang masih terjadi untuk menumbuhkan rumput bagi ternak. Ia menegaskan bahwa praktik itu harus dihentikan melalui edukasi dan pengawasan ketat.

“Kita harus paham, hutan bukan warisan. Karena titipan, maka kita wajib menjaganya agar tetap hidup untuk generasi berikutnya,” tegasnya.

Selain pengelolaan hutan, Dinas LHK juga menyoroti isu pengelolaan sampah di 33 kabupaten/kota. Pemerintah telah menegur 27 kepala daerah agar memperbaiki sistem Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Pemprov Sumut mewajibkan seluruh daerah meninggalkan sistem open dumping dan beralih ke sanitary landfill, sesuai target nasional pada 2025. Heri menyebut, kebijakan itu selaras dengan visi Gubernur Sumut Bobby Nasution dan program nasional Presiden RI Prabowo Subianto.

“Mulai 2026, seluruh TPA di Indonesia wajib menggunakan sanitary landfill. Ini bagian dari visi Gubernur Sumut yang sejalan dengan program Presiden,” tutup Heri. (RAP)

Berita Terkait

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal
Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung
Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik
CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias
HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat
HUT ke-33 RS H Adam Malik, Wagub Sumut Surya Ajak Masyarakat Rutin Berolahraga
Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK
Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

CFD Belawan Dipadati 6.000 Warga, Pemko Medan Libatkan 160 UMKM Lokal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Marpesta QRIS 2026 Ditutup, Wesly Silalahi Dorong Transaksi Digital dan Budaya Menabung

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Resmikan Kantor DPW PKS Sumut, Bobby Nasution Dorong Kolaborasi dan Pelayanan Publik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:30 WIB

CFD Belawan Hadirkan Layanan Publik dan 90 Tenda UMKM, Warga Medan Utara Antusias

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:16 WIB

HUT ke-57, DPD IPK DPD IPK Kabupaten Asahan memperingati HUT ke-57 dengan syukuran dan aksi sosial berupa bantuan sembako kepada anak yatim serta masyarakat Gelar Aksi Sosial untuk Anak Yatim dan Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Kota Pematangsiantar Raih KEJAR Award Terbaik Regional Sumatera, Wesly Silalahi Terima Penghargaan OJK

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Diduga Simpan 100 Butir Ekstasi, Pria 49 Tahun Diamankan Polisi di Tanjung Pura

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Festival Sungai Asahan Dibuka Bupati Taufik, Sungai Jadi Perhatian untuk Wisata dan Ekonomi Warga

Berita Terbaru