ATAPKOTA, JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2 ton di Perairan Batam, Kepulauan Riau. Kapal MT Sea Dragon Tarawa yang mengangkut narkoba tersebut berhasil ditangkap pada 20 Mei 2025.
Sekjen BARA JP, Relly Reagen, memuji aksi BNN dan TNI AL dalam menggagalkan penyelundupan narkoba tersebut.
“Saya acungi jempol dan ini hebat bahwa masih ada harapan masa depan itu,” kata Relly Reagen.
Reagen menambahkan, “Saya kagum dan simpati kinerja BNN dan TNI AL, ini yang kita tunggu pak presiden!. kita patut bersyukur astacita presiden terwujud memberantas narkoba dengan kinerja Bnn hari ini. Presiden Prabowo sudah selayaknya memberikan promosi untuk tugas yang lebih besar. Saya yakin tugas itu dia selesaikan dengan baik,” tambahnya.
Kronologi Penangkapan
Pada 20 Mei 2025, BNN menerima informasi tentang peredaran narkoba jaringan internasional dengan Kapal MT Sea Dragon yang melintas perairan Batam. Selanjutnya Tim gabungan BNN, TNI, Polri, dan Ditjen Bea Cukai melakukan operasi penindakan terhadap kapal tersebut saat melewati perairan Indonesia.
Saat melaksanakan pemeriksaan, petugas gabungan menemukan 67 kardus yang berisi 2.000 bungkus narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 2 ton yang dibungkus dengan kemasan khas yang lazim digunakan sindikat jaringan narkotika Golden Triangle.
“Sabu disembunyikan di kompartemen samping mesin kapal dan kompartemen bagian depan kapal. 6 awak kapal ditangkap, terdiri dari 4 WNI dan 2 warga Thailand,” kata Marthinus Hukom, saat konferensi pers. Senin, (26/05/2025).
Hasil Operasi gabungan ditemukan Berat narkoba: 2.115.130 gram atau sekitar 2 ton sabu. Sabu tersebut diperkirakan mencapai angka 5 Triliun Rupiah. Diduga dari jaringan narkotika internasional Golden Triangle dengan tujuan Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Kepala BNN, Marthinus Hukom, mengatakan bahwa operasi ini merupakan hasil penyelidikan selama lima bulan dan bentuk kerja sama internasional.
“Jaringan narkotika sabu ini terkait dengan penangkapan di Thailand beberapa bulan lalu,”terangnya.(And)/PR

































