Wapres Gibran Minta Peserta Lemhannas Lebih Peka terhadap Kondisi Masyarakat

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40 WIB

40116 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wapres Gibran Rakabuming.

Wapres Gibran Rakabuming.

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, mengingatkan para peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) agar memiliki kepekaan terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wapres saat memberikan pembekalan kepada peserta pendidikan kepemimpinan nasional Lemhannas RI di Gedung Utama II Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga peserta mancanegara.

Pembekalan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan nasional yang sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam arahannya, Gibran menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan data dan perencanaan di atas kertas. Menurutnya, kebijakan yang efektif harus lahir dari pemahaman langsung terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Sebagai para calon pemimpin, harus ada kepekaan terhadap apa yang terjadi di akar rumput,” tegas Gibran.

Ia mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang selama ini dinilai kerap terkendala banyaknya regulasi dan prosedur yang berlapis. Menurutnya, permasalahan seperti itu hanya dapat dipahami secara utuh apabila pemimpin turun langsung mendengarkan keluhan masyarakat.

“Coba bayangkan ada 145 regulasi terkait pupuk. Sudah susah, mahal, kadang-kadang barangnya tidak ada. Kita tidak ingin hal itu terjadi lagi,” ujarnya.

Gibran menilai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat membutuhkan respons cepat dari pemerintah. Karena itu, para calon pemimpin nasional didorong untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan publik.

Menurutnya, dialog langsung dengan kelompok masyarakat seperti petani, nelayan, dan perangkat desa menjadi salah satu cara efektif untuk memahami persoalan yang berkembang di daerah.

“Itulah mengapa setiap turun ke lapangan saya selalu menyempatkan berdiskusi dengan kepala desa, nelayan, maupun petani. Mereka memiliki banyak masukan dan keluhan yang harus ditindaklanjuti,” katanya.

Wapres juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik dalam setiap tahapan penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan publik. Dengan komunikasi yang efektif, pemerintah dapat memastikan kebijakan yang diambil lebih mudah diterima masyarakat dan tepat sasaran.

“Bapak dan Ibu harus peka terhadap kondisi terkini. Bangun komunikasi yang baik agar setiap kebijakan yang dieksekusi benar-benar disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan dapat diterima oleh masyarakat,” pesannya.

Menutup pembekalan, Gibran menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tengah mengikuti pendidikan kepemimpinan nasional di Lemhannas RI. Ia berharap para peserta mampu menjadi pemimpin yang adaptif, responsif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, dalam laporannya menyampaikan bahwa para peserta telah mendapatkan pembekalan terkait wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, geopolitik, dan geostrategi.

Menurut Tubagus, tema pendidikan tahun 2026 disusun untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Untuk peserta P3N, tema yang diangkat adalah “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional”, sedangkan peserta P4N mengusung tema “Penguatan Ketahanan Pangan untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Rakyat”.

Ia menambahkan, Lemhannas RI terus melakukan penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran guna menjawab dinamika global yang semakin kompleks tanpa mengurangi substansi utama pendidikan kepemimpinan nasional.

“Karena itu diperlukan penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran tanpa mengurangi substansi pendidikan yang menjadi kekuatan utama Lemhannas dalam mencetak pemimpin nasional di bidang ketahanan nasional, geopolitik global, dan geostrategi,” ujar Tubagus.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lemhannas RI Erwin S. Aldedharma, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Nicolaus Teguh Budi Harjanto. (Rahmat/red)

Berita Terkait

PLN Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Kapolres untuk Jaga Keamanan dan Keandalan Listrik
Ramses Walmanto Manurung Tampung Keluhan Warga soal Sampah dan Lampu Jalan Mati
Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi
Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
PN Bengkulu Vonis Yayan 12 Tahun Penjara dalam Perkara Persetubuhan Anak Menggunakan Sajam
Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu
Panitia Pemilihan Rektor USI: Suara Senat Bukan Penentu Akhir, 3 Calon Rektor USI Ikuti Seluruh Tahapan Seleksi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:18 WIB

PLN Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Kapolres untuk Jaga Keamanan dan Keandalan Listrik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Ramses Walmanto Manurung Tampung Keluhan Warga soal Sampah dan Lampu Jalan Mati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Panitia Pemilihan Rektor USI: Suara Senat Bukan Penentu Akhir, 3 Calon Rektor USI Ikuti Seluruh Tahapan Seleksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Hidayati Laporkan Ratnawati ke Polda Bengkulu atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah

Berita Terbaru