Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU dalam Menjaga Stabilitas dan Masa Depan Bangsa

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:37 WIB

4074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Presiden saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

ATAPKOTA.COM, JOMBANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam menghadapi berbagai krisis serta menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut NU sebagai salah satu kekuatan penting bangsa yang dinilai konsisten hadir dalam berbagai momentum sejarah Indonesia. Ia menilai kontribusi NU tidak hanya terlihat dalam situasi normal, tetapi juga ketika bangsa menghadapi krisis.

“Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

Presiden kemudian mengaitkan semangat tersebut dengan cita-cita para pendiri NU untuk membangun Indonesia yang mampu bangkit dan memiliki kedudukan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Menurut Prabowo, kehormatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan atau pengaruhnya, tetapi juga oleh kemampuan negara menciptakan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat.

“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur. Dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya hubungan yang erat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah.

Prabowo menyampaikan komitmennya untuk memperkuat dan memberdayakan kedua organisasi tersebut, termasuk lembaga pendidikan pesantren yang berada di bawah naungan masing-masing organisasi.

“Saya tidak ragu-ragu. Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” tutur Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peran organisasi kemasyarakatan dan pesantren dalam kehidupan sosial serta pendidikan masyarakat. Namun, bentuk dan mekanisme penguatan tersebut perlu diterjemahkan melalui kebijakan dan program yang terukur agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Presiden juga menyampaikan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, khususnya terkait pemerataan sarana pembelajaran digital di sekolah.

Menurut Prabowo, pemerintah telah memberikan perangkat pembelajaran digital kepada sekolah negeri dan akan menambah perangkat tersebut pada tahun berjalan. Ia menyebut sekolah yang dikelola NU juga akan mendapatkan dukungan perangkat digital.

“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar, satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan menerima langsung empat,” kata Prabowo.

Pernyataan Presiden tersebut menempatkan pemerataan akses teknologi pendidikan sebagai salah satu bagian dari agenda peningkatan kualitas pembelajaran.

Namun, efektivitas program tidak hanya bergantung pada jumlah perangkat yang diberikan. Ketersediaan jaringan internet, listrik, kemampuan guru mengoperasikan teknologi, pemeliharaan perangkat, serta sistem evaluasi pemanfaatannya juga menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar mendukung proses belajar mengajar.

Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi forum bagi jajaran pengurus dan peserta NU untuk membahas arah organisasi serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keumatan dan kebangsaan. Pernyataan Presiden mengenai penguatan NU, Muhammadiyah, pesantren, dan pendidikan digital menjadi bagian dari pesan pemerintah dalam forum tersebut.(RE/red)

Berita Terkait

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter
Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan
Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai
Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM
Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja
Polsek Dolok Batu Nanggar dan SMK Al Washliyah 7 Serbalawan Teken MoU Cegah Bullying
ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri
Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Peresmian Aula SMP Bintang Timur, Pemko Pematangsiantar Tekankan Pendidikan Berkarakter

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Hadiri Musda XI Golkar Asahan, Bupati Taufik Harapkan Sinergi Pembangunan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Bupati Asahan Sambut Safari Anak Gaza, Serahkan Bantuan Uang Tunai

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:27 WIB

Sabulan Diusulkan Jadi Kampung Kreatif, Pemkab Samosir Bidik Pengembangan Wisata dan UMKM

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:50 WIB

Polres Simalungun Salurkan Sembako untuk 70 Warga, Tampung Keluhan soal Narkoba dan Lapangan Kerja

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:37 WIB

ISW Adukan Dugaan Ijazah Chairuddin Lubis ke Bareskrim Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Wesly Silalahi Dukung Penguatan Literasi Ekonomi Syariah di Pematangsiantar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Bobby Nasution Tawarkan Potensi Investasi Sumut ke Jepang, Soroti SDM dan Hasil Laut Nias

Berita Terbaru