Polda Sumut Ingatkan Pelajar soal Jejak Digital, Judi Online hingga Eksploitasi Anak

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WIB

4029 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Sumut melalui Polwan Goes to School mengedukasi pelajar tentang jejak digital, judi online, serta pencegahan eksploitasi anak di ruang digital.

Polda Sumut melalui Polwan Goes to School mengedukasi pelajar tentang jejak digital, judi online, serta pencegahan eksploitasi anak di ruang digital.

ATAPKOTA.COM, MEDAN — Polisi Wanita (Polwan) Polda Sumatera Utara menggelar program Polwan Goes to School di sejumlah sekolah pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia sekaligus memberikan edukasi kepada pelajar mengenai keamanan dan risiko di ruang digital.

Kegiatan mengangkat tema “Menjaga Jejak Digital, Bahaya Judi Online, serta Pencegahan Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak Secara Daring (Online Child Sexual Exploitation)”.

Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan pelajar dalam menggunakan media sosial, aplikasi percakapan, permainan daring, serta berbagai platform digital yang mereka gunakan sehari-hari.

Sejumlah Polwan Polda Sumut ditugaskan sebagai pengambil apel sekaligus narasumber di beberapa sekolah.

Mereka antara lain AKBP Rivawaty Marentina Sitinjak, S.Psi., di SMA Bhayangkara Medan; Kompol Mitha Natasya, S.H., S.I.K., di MAN 1 Lubuk Pakam; AKBP Debora M. Hutagaol, S.Si., M.Farm., di SMA Negeri 5 Medan; AKP Yuni Darmawani, S.Sos., di SMA Advent 1 Medan; serta Kompol Efriyanti, S.H., M.H., di SMK Parulian.

Dalam penyampaian materi, Polwan mengingatkan pelajar agar tidak hanya memahami manfaat teknologi, tetapi juga mengenali risiko yang dapat muncul ketika ruang digital digunakan tanpa kehati-hatian.

“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti adik-adik, tetapi sebagai kakak dan sebagai pelindung. Ancaman saat ini tidak hanya ada di jalan atau tempat sepi, tetapi juga bisa masuk melalui handphone yang setiap hari ada di tangan kita,” ujar salah satu narasumber.

Pelajar juga diingatkan mengenai jejak digital. Unggahan, foto, video, komentar, dan percakapan yang dibagikan melalui internet berpotensi tersimpan, disebarkan kembali, atau disalahgunakan.

Karena itu, siswa diajak mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial.

“Sebelum posting, pikirkan dampaknya. Tanyakan kepada diri sendiri apakah konten tersebut sopan, bermanfaat dan tidak akan merugikan kita di masa depan. Kalau masih ragu, lebih baik jangan diposting,” pesannya.

Selain persoalan jejak digital, Polwan juga memberikan edukasi mengenai risiko judi online.

Pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap promosi keuntungan cepat maupun ajakan bermain yang disebarkan melalui media sosial, aplikasi percakapan, atau lingkungan pertemanan.

Dalam materi yang disampaikan, judi online disebut dapat membawa berbagai dampak negatif, termasuk mengganggu aktivitas belajar, menimbulkan masalah keuangan, serta memengaruhi hubungan dengan keluarga.

“Judi online bukan permainan dan bukan jalan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Jangan sampai rasa penasaran dan iming-iming keuntungan justru merusak pendidikan serta masa depan adik-adik,” tegas narasumber.

Materi berikutnya berkaitan dengan pencegahan eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap anak melalui jaringan internet.

Pelajar diminta berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun permainan daring, terutama apabila mulai meminta informasi atau materi pribadi, mengajak melakukan sesuatu yang tidak pantas, atau meminta komunikasi tersebut dirahasiakan.

Polwan juga menekankan pentingnya mencari bantuan dari orang dewasa tepercaya apabila seorang pelajar merasa terancam atau menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman.

“Jangan panik dan jangan menuruti permintaan pelaku. Simpan bukti, blokir pelaku dan segera ceritakan kepada orang tua, guru atau pihak kepolisian. Ingat, korban tidak boleh disalahkan. Yang salah adalah pelakunya,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut penting untuk membangun pemahaman bahwa anak yang menjadi korban tidak boleh diposisikan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tindakan pelaku.

Melalui kegiatan tersebut, para Polwan mengajak pelajar membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Pelajar juga didorong untuk tidak mudah mempercayai orang yang dikenal melalui internet, tidak tergiur tawaran uang secara instan, berani menolak ajakan yang tidak tepat, serta segera mencari bantuan ketika menghadapi ancaman atau dugaan kejahatan.

“Masa depan adik-adik sangat berharga. Jangan sampai masa depan itu rusak hanya karena satu postingan, satu klik atau satu chat dengan orang yang tidak dikenal,” pesan Polwan kepada para siswa.

Kegiatan Polwan Goes to School tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumut membangun komunikasi dengan generasi muda melalui pendekatan edukatif dan humanis.

Edukasi mengenai keamanan digital di lingkungan sekolah juga menjadi penting seiring semakin luasnya penggunaan media sosial dan berbagai layanan internet oleh kalangan pelajar.

Dengan pemahaman yang lebih baik, pelajar diharapkan mampu mengenali risiko, menjaga privasi, menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, serta berani mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan di ruang digital.(red)

Berita Terkait

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polda Sumut Bersihkan Gereja dan Masjid
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Terjaga
Investasi Luar Jawa Capai Rp 779,4 Triliun, Lampaui Jawa hingga September 2026
BKPM Terbitkan 328 Perizinan lewat Mekanisme Fiktif Positif, Pemerintah Pangkas Hambatan Investasi
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Rp 3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja
Prabowo Terima Laporan Ekonomi, Belanja APBN 1.300 Triliun Disiapkan pada Triwulan IV
Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Instruksikan KSP Kawal Program Prioritas
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik kepada Prabowo-Gibran 64,8 Persen, Kepuasan 55,3 Persen

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polda Sumut Bersihkan Gereja dan Masjid

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:47 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Pastikan Pasokan BBM Terjaga

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:41 WIB

Investasi Luar Jawa Capai Rp 779,4 Triliun, Lampaui Jawa hingga September 2026

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:37 WIB

BKPM Terbitkan 328 Perizinan lewat Mekanisme Fiktif Positif, Pemerintah Pangkas Hambatan Investasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:31 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Rp 3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:53 WIB

Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Instruksikan KSP Kawal Program Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:51 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik kepada Prabowo-Gibran 64,8 Persen, Kepuasan 55,3 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 01:08 WIB

Seskab Teddy: Sekjen PBB Apresiasi Prabowo dan Langkah Indonesia Bantu Palestina

Berita Terbaru