ATAPKOTA.COM, ACEH SINGKIL — Kontingen pencak silat asal Kabupaten Aceh Singkil menorehkan prestasi dalam ajang Open Pencak Silat Tournament Sumatera Utara 2026 yang berlangsung pada 18–24 Agustus 2026 di GOR Serbaguna Provinsi Sumatera Utara, Medan. Dalam kejuaraan tersebut, 13 atlet binaan Perguruan/Sanggar Moccak Pakpak Aceh Singkil berhasil membawa pulang sembilan medali.
Kontingen yang diberangkatkan melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Aceh Singkil itu meraih enam medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi modal bagi para pesilat muda Aceh Singkil untuk menghadapi agenda kompetisi berikutnya, termasuk rencana keikutsertaan dalam ajang internasional di Malaysia.
Ketua Sanggar Moccak Pakpak Aceh Singkil, Penatar L. Berutu, S.ST., M.I.Kom., mengapresiasi perjuangan para atlet selama mengikuti pertandingan.
Menurut Penatar, hasil tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan dan kerja keras para pesilat selama menjalani latihan maupun pertandingan.
“Kami sangat bangga atas capaian anak-anak kita. Perjuangan keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah mereka di gelanggang membuahkan hasil manis bagi daerah. Ini membuktikan bahwa potensi atlet-atlet muda Aceh Singkil mampu bersaing dan berdiri sejajar di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Penatar L. Berutu.
Ia menilai pencapaian para atlet tidak hanya menjadi kebanggaan bagi perguruan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pembinaan olahraga pencak silat di Kabupaten Aceh Singkil.
Sementara itu, pelatih kontingen, Gunawan Berutu, menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak dalam proses pembinaan atlet.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pengurus IPSI Kabupaten Aceh Singkil yang telah memberikan rekomendasi serta kepada para orang tua atlet yang memberikan dukungan selama proses persiapan dan pertandingan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Kami berterima kasih kepada Pengurus IPSI Kabupaten Aceh Singkil atas kepercayaan dan rekomendasi yang diberikan. Kami juga mengapresiasi dukungan serta pengorbanan para orang tua atlet. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan para pesilat hingga mampu meraih sembilan medali,” kata Gunawan.
Berdasarkan data yang disampaikan kepada wartawan ATAPKOTA.COM, berikut atlet binaan Moccak Pakpak Aceh Singkil yang disebut meraih medali dalam kejuaraan tersebut:
Peraih medali emas dan perak:
- Anindita Fitiya Manik — SD Negeri Kuta Batu. Meraih dua medali emas dari kategori seni dan fighter.
- Wahyuni Harefa — SMP Negeri 2 Simpang Kanan. Meraih satu medali emas dan satu medali perak dari kategori seni dan fighter.
- Ega Franta Manik — SD Negeri Kuta Batu. Meraih satu medali emas.
- Erry Mico Pasaribu — SD Negeri Siatas. Meraih satu medali emas.
- Rosita Menalu — SD Negeri Kuta Batu. Meraih satu medali emas.
Peraih medali perunggu:
- Enika Letisa br. Manik — SMA Negeri Unggul Subulussalam. Meraih satu medali perunggu.
- Kipidas — SMA Negeri 1 Simpang Kanan. Meraih satu medali perunggu.
Dari daftar yang diberikan, terdapat tujuh nama atlet. Sementara jumlah atlet yang disebut diberangkatkan mencapai 13 orang.
Setelah mengikuti kompetisi di Sumatera Utara, para pesilat peraih medali emas disebut akan diarahkan mengikuti FIFTY7K International Silat Champions Cup 2026 di Malaysia.
Berdasarkan informasi dari pihak Moccak Pakpak Aceh Singkil, ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–29 September 2026 di Kompleks Belia & Sukan Selangor, Stadium Matsushita Panasonic, Malaysia.
Pengurus Perguruan/Sanggar Moccak Pakpak Aceh Singkil berharap Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dapat memberikan dukungan terhadap rencana keberangkatan atlet.
Dukungan yang diharapkan mencakup pembinaan dan fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku sehingga para atlet dapat mengikuti kompetisi dengan persiapan yang memadai.
Laporan : Dalian bancin-atapkota.

































