ATAPKOTA.COM, LABUHANBATU – Bendahara Yayasan Universitas Labuhanbatu (ULB), Doni Pinayungan Nasution, S.T., M.T., memberikan beasiswa penuh kepada lima calon mahasiswa ULB sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan tinggi dan visi Labuhanbatu Cerdas Bersinar.
Program beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan para penerima hingga menyelesaikan studi pada jenjang sarjana, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pihak yayasan.
Doni mengatakan program tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya membantu calon mahasiswa yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi menghadapi keterbatasan biaya.
“Pemberian beasiswa ini rutin setiap tahun karena memang menjadi kebijakan yayasan untuk membantu adik-adik yang ingin kuliah dan mungkin terkendala biaya pendidikan. Kami memberikan beasiswa gratis sampai lulus,” ujar Doni kepada wartawan di sela penyerahan beasiswa secara simbolis di Universitas Labuhanbatu pada Senin, 7 September 2026.
Selain menjabat sebagai Bendahara Yayasan Universitas Labuhanbatu, Doni juga diketahui menjabat sebagai Ketua IESPA Labuhanbatu.
Doni Pinayungan Nasution merupakan salah satu putra dari pendiri Universitas Labuhanbatu, almarhum Dr. H. Amarullah Nasution, yang meninggal dunia pada 2022.
Saat ini, Doni bersama kedua saudaranya melanjutkan pengelolaan Universitas Labuhanbatu sebagai bagian dari amanah keluarga.
“Ya, kami bertiga diberikan mandat oleh almarhum ayahanda kami untuk mengelola kampus ini. Kebetulan abang saya yang paling tua sekarang menjadi ketua yayasan, yang kedua menjabat sebagai rektor, dan saya sendiri sebagai bendahara yayasan,” tuturnya.
Terkait kepemimpinan di lingkungan yayasan, Doni menjelaskan bahwa pergantian jabatan Ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu dilakukan secara berkala.
Ia menyebut sistem tersebut memungkinkan adanya pergantian kepemimpinan dalam periode tertentu, termasuk rencana dirinya untuk menjalankan amanah tersebut sesuai mekanisme yang berlaku di yayasan.
“Jabatan ketua yayasan itu berganti setiap lima tahun sekali. Saat ini abang saya yang tertua menjabat sebagai ketua yayasan. Selanjutnya, sesuai rencana dan mekanisme yang berlaku, kepemimpinan akan dilanjutkan secara bergantian,” ujarnya.
Doni menegaskan jabatan bukan menjadi persoalan utama dalam menjalankan amanah mengelola Universitas Labuhanbatu. Menurutnya, kekompakan, keterbukaan, dan kerja sama menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan.
“Tidak ada masalah soal jabatan. Yang terpenting kami tetap kompak, transparan, dan bekerja sama dengan saling melibatkan dalam setiap pengambilan keputusan,” katanya.
Di tengah kesibukannya menjalankan usaha kuliner dan konsultan teknologi informasi, Doni mengatakan program beasiswa tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap visi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, “Labuhanbatu Cerdas Bersinar”.
Menurutnya, upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.
“Sekalian kita mendukung Labuhanbatu Cerdas Bersinar. Ini merupakan visi pemerintah daerah yang harus kita dukung bersama,” tutupnya.
Pemberian beasiswa kepada lima calon mahasiswa tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya pendidikan.
Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi Yayasan Universitas Labuhanbatu dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Labuhanbatu.(Nuh)






























