Home / ACEH / NEWS

Enam Bulan Pascabanjir Aceh Utara, Ibu Muda Kesulitan Penuhi Kebutuhan Bayi

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:28 WIB

40171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

ATAPKOTA.COM, ACEH UTARA – Enam bulan setelah banjir besar melanda Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, sejumlah warga dilaporkan masih bertahan hidup dalam keterbatasan di hunian sementara.

Salah seorang penyintas, Nurul Akla (23), mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, termasuk kebutuhan nutrisi bagi bayinya, sejak bencana merusak rumah dan sumber penghasilan warga pada November 2025 lalu.

Nurul mengatakan, sejak banjir menerjang kawasan permukiman dan lahan pertanian warga, kondisi ekonomi keluarganya semakin sulit. Suaminya disebut belum memiliki pekerjaan tetap, sementara kebun sawit, cokelat, pinang, jeruk, hingga lahan padi milik warga mengalami kerusakan akibat banjir dan material kayu yang terbawa arus.

“Setelah banjir, kami kehilangan banyak sumber penghasilan. Sampai sekarang masih berusaha bertahan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Bersama suami dan dua anaknya, Nurul kini tinggal di hunian sementara yang dibangun secara swadaya menggunakan material kayu sisa banjir dan bantuan relawan.

Meski telah berlalu enam bulan sejak bencana terjadi, sejumlah penyintas disebut masih membutuhkan dukungan pemulihan, baik dari sisi tempat tinggal, kesehatan, maupun pemulihan ekonomi keluarga.

Warga berharap adanya perhatian lanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih optimal, terutama bagi keluarga dengan anak balita dan kelompok rentan lainnya.

Selain kerusakan rumah warga, banjir besar yang terjadi akhir tahun lalu juga dilaporkan menghancurkan sebagian besar lahan perkebunan dan pertanian masyarakat di kawasan tersebut.

Kondisi itu menyebabkan banyak kepala keluarga kehilangan mata pencaharian utama sehingga berdampak pada kemampuan ekonomi rumah tangga.

Hingga kini, sebagian warga masih bertahan di hunian sementara sambil menunggu proses pemulihan dan bantuan lanjutan pascabencana. (*)

Berita Terkait

Warga Tomuan Keluhkan Asap Diduga dari Pabrik PT SSU, DPRD Pematangsiantar Janji Cek Lokasi
Sabu 13,25 Gram Disimpan dalam Kaus Kaki, Pria di Dairi Diamankan Polisi
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Raih Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI
Dua Pelajar Asal Toba Kembali dari Paskibraka Nasional, Pj Sekdaprov Sumut Beri Apresiasi
Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap Ikut Lomba Nasi Goreng, Semarak Kemerdekaan Pemko Medan Makin Meriah
Ketua LSM CAPA Aceh Tantang Konsultan Pengawas Buktikan Spesifikasi Rehabilitasi SDN Dring Tujoh Nagan Raya
Disdamkarmat Pematangsiantar Kerahkan 15 Unit Pemadam Atasi Kebakaran Ruko di Jalan Bandung
Dinas Kominfo Medan Raih Juara II Lomba Pidato POV Wali Kota di HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Warga Tomuan Keluhkan Asap Diduga dari Pabrik PT SSU, DPRD Pematangsiantar Janji Cek Lokasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Sabu 13,25 Gram Disimpan dalam Kaus Kaki, Pria di Dairi Diamankan Polisi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Raih Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Dua Pelajar Asal Toba Kembali dari Paskibraka Nasional, Pj Sekdaprov Sumut Beri Apresiasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap Ikut Lomba Nasi Goreng, Semarak Kemerdekaan Pemko Medan Makin Meriah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Disdamkarmat Pematangsiantar Kerahkan 15 Unit Pemadam Atasi Kebakaran Ruko di Jalan Bandung

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Dinas Kominfo Medan Raih Juara II Lomba Pidato POV Wali Kota di HUT ke-81 RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Lima Ruko di Jalan Bandung Pematangsiantar Terbakar, Api Padam Setelah Lebih dari 4 Jam

Berita Terbaru