ATAPKOTA.COM – Mo Gawdat, mantan eksekutif Google X, mengeluarkan peringatan keras bahwa revolusi kecerdasan buatan (AI) akan memicu masa sulit selama 15 tahun ke depan. Ia memprediksi gelombang besar disrupsi ekonomi, hilangnya jutaan pekerjaan kerah putih, dan runtuhnya kelas menengah di seluruh dunia.
Dalam wawancaranya di podcast Diary of a CEO, Gawdat mengungkapkan bahwa krisis ini kemungkinan mulai terasa pada 2027.
“Jika Anda tidak berada di persentil teratas, Anda hanyalah petani. Tidak ada lagi kelas menengah,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pekerjaan kantoran akan terdampak paling parah. Industri yang bergantung pada tenaga kerja kelas menengah berpendidikan tinggi akan terpukul (kecewa-red), memicu kesenjangan ekonomi yang ekstrem. Dampak sosialnya pun tak kalah mengkhawatirkan, mulai dari meningkatnya masalah kesehatan mental, rasa kesepian, hingga runtuhnya sistem sosial.
Gawdat memprediksi periode sulit ini akan berlangsung hingga 2040, sebelum memasuki masa yang ia sebut “utopis” , saat manusia tidak lagi terjebak pekerjaan repetitif dan bisa fokus pada pengembangan diri, komunitas, serta hubungan sosial.
Namun, ia menegaskan bahwa transisi ini hanya akan berjalan baik jika ada regulasi tepat, termasuk penerapan pendapatan dasar universal untuk menstabilkan masyarakat.
Prediksi Gawdat sejalan dengan kekhawatiran para tokoh industri lainnya. CEO Anthropic, Dario Amodei, memperingatkan bahwa setengah dari pekerjaan kantoran dapat hilang dalam beberapa tahun mendatang.
Sementara laporan Forum Ekonomi Dunia memproyeksikan 40% perusahaan akan mengurangi tenaga kerja karena otomatisasi.
“Masa depan masih bisa dibentuk,” tegas Gawdat. “Kita harus memilih sekarang bagaimana mempersiapkan masa depan itu.” (*)



































