Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga IEU-CEPA dalam Pertemuan Bilateral di Paris

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:15 WIB

40126 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Kamis, 28 Mei 2026.

ATAPKOTA.COM, PARIS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Kamis, 28 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis yang menjadi prioritas kerja sama kedua negara, mulai dari sektor pertahanan hingga penguatan hubungan ekonomi melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Dalam pernyataan pers sebelum pertemuan bilateral berlangsung, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki sejumlah agenda penting yang perlu dipercepat melalui kerja sama yang lebih erat.

Menurut Prabowo, pembahasan kedua kepala negara mencakup penguatan kerja sama pertahanan, pengembangan energi bersih, pendidikan, penelitian, serta dukungan terhadap percepatan penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa.

“Hari ini kami akan membahas sejumlah isu penting, termasuk kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union CEPA. Kami juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan kerja sama tersebut,” ujar Prabowo.

Presiden Prabowo menilai hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada fase yang sangat positif. Bahkan, menurutnya, hubungan bilateral kedua negara telah mencapai salah satu periode terbaik sejak hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis terjalin.

Karena itu, Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kepemimpinan Presiden Macron yang dinilai berperan besar dalam memperkuat hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

“Hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada tingkat yang sangat baik. Kami menghargai dan menghormati kepemimpinan Presiden Macron yang terus mendorong penguatan kemitraan strategis kedua negara,” katanya.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Prancis memiliki banyak kesamaan pandangan dalam menyikapi berbagai isu regional maupun global. Kesamaan perspektif tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor.

Di bidang pertahanan, kedua negara terus mempererat kemitraan strategis yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Sementara di sektor ilmu pengetahuan dan teknologi, kerja sama yang telah terbangun dinilai memberikan manfaat positif bagi kedua negara.

Selain itu, Indonesia juga mendorong peningkatan kolaborasi di bidang pendidikan melalui perluasan kesempatan belajar, pertukaran akademik, dan penguatan kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi.

“Dalam banyak hal, Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sejalan. Hubungan bilateral kita berkembang sangat baik, baik di bidang pertahanan, sains dan teknologi, maupun pendidikan yang ke depan ingin terus kita tingkatkan,” ujar Prabowo.

Pertemuan bilateral tersebut menegaskan komitmen Indonesia dan Prancis untuk terus memperluas kerja sama yang saling menguntungkan. Kedua negara juga bersepakat memperkuat kontribusi bersama dalam menjaga stabilitas kawasan, mendukung perdamaian dunia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang terus berkembang. (Rahmat/red)

Berita Terkait

PLN Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Kapolres untuk Jaga Keamanan dan Keandalan Listrik
Ramses Walmanto Manurung Tampung Keluhan Warga soal Sampah dan Lampu Jalan Mati
Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi
Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut
Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan
PN Bengkulu Vonis Yayan 12 Tahun Penjara dalam Perkara Persetubuhan Anak Menggunakan Sajam
Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu
Panitia Pemilihan Rektor USI: Suara Senat Bukan Penentu Akhir, 3 Calon Rektor USI Ikuti Seluruh Tahapan Seleksi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:18 WIB

PLN Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Kapolres untuk Jaga Keamanan dan Keandalan Listrik

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Ramses Walmanto Manurung Tampung Keluhan Warga soal Sampah dan Lampu Jalan Mati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Rakernas III PJS Digelar di Batam 4–5 November 2026, Bahas Pengesahan Lima Pedoman Organisasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Borong Prestasi di Lima Kategori, TP PKK Asahan Jadi Juara Umum HKG Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Diberhentikan PWI; Makali Kumar Soroti Monopoli Penyelenggaraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Dana 67 Juta Belum Kembali, Warga Laporkan Oknum Polisi ke Polda Bengkulu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Panitia Pemilihan Rektor USI: Suara Senat Bukan Penentu Akhir, 3 Calon Rektor USI Ikuti Seluruh Tahapan Seleksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Hidayati Laporkan Ratnawati ke Polda Bengkulu atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah

Berita Terbaru