Percepatan Eliminasi TBC, Bobby Nasution Teken Komitmen Bersama 7 Gubernur Lain

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 - 12:42 WIB

40121 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menghadiri dan menandatangani Komitmen Percepatan Tercapainya Eliminasi Tuberkulosis, bersama dengan tujuh Gubernur lainnya di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menghadiri dan menandatangani Komitmen Percepatan Tercapainya Eliminasi Tuberkulosis, bersama dengan tujuh Gubernur lainnya di Gedung Sasana Bhakti Praja Lantai 3, Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (26/8/2025).

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan komitmennya mempercepat pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Tanah Air. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Komitmen Percepatan Tercapainya Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia bersama tujuh gubernur lainnya.

Delapan provinsi yang menandatangani komitmen ini adalah Sumut, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan. Kedelapan wilayah tersebut masuk dalam daerah dengan beban kasus TBC tertinggi di Indonesia.

“Saya bersama tujuh gubernur lainnya berkomitmen kuat mengeliminasi TBC. Tentu ini perlu kerja sama semua pihak, terutama bupati dan wali kota, agar penyelesaiannya bisa cepat dan masif,” ujar Bobby Nasution usai menghadiri Forum Delapan Gubernur Penuntasan Tuberkulosis di Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Ada delapan poin komitmen yang diteken para gubernur, antara lain:

  1. Memasukkan indikator TBC ke RPJMD,
  2. Mengkoordinasikan kegiatan penanggulangan TBC,
  3. Meningkatkan standar pelayanan minimal (SPM) TBC,
  4. Menemukan kasus secara aktif,
  5. Melakukan pendataan terintegrasi,
  6. Menjamin pengobatan dan pencegahan,
  7. Membuat kebijakan daerah, dan
  8. Mencapai target indikator eliminasi TBC.

“Targetnya jelas, menemukan kasus 90%, SPM 100%, mengatasi kasus sensitif obat maupun resisten obat, serta memperluas terapi pencegahan. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi harus kita lakukan bersama, teliti, dan cepat,” tegas Bobby.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah pusat akan memantau progres daerah dalam penanganan TBC. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan 1.090.000 kasus dan sekitar 125.000 kematian per tahun.

“Kalau di delapan provinsi ini bisa kita tekan, angka kasus nasional akan berkurang jauh. Jadi siap-siap, nanti akan kami evaluasi pada pertemuan selanjutnya,” kata Tito.

Senada, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya deteksi dini. Menurutnya, rata-rata dua orang meninggal setiap lima menit akibat TBC di Indonesia.

“Prinsipnya sama seperti Covid-19. Temukan dulu siapa yang sakit, karena ini penyakit menular. Setelah ketemu, segera beri obat dua minggu agar tidak menular lagi, lalu lanjutkan pengobatan enam bulan,” jelas Budi.

Hadir dalam forum tersebut Menko PMK Pratikno, Kepala Staf Presiden AM Putranto, jajaran kementerian terkait, serta kedelapan gubernur. Sejumlah OPD dari seluruh Indonesia juga mengikuti secara virtual. (Red)

Berita Terkait

8.255 Penerima Manfaat Terima Makanan, Polres Simalungun Uji Keamanan Pangan di 3 SPPG
Kapolda Sumut Cek Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 70 Warga Desa Maduma Samosir
Presiden Prabowo Terima Elbridge Colby di Istana Merdeka, Indonesia-AS Bahas Penguatan Kemitraan
Jelang Evaluasi IVA Test Tingkat Sumut, Pematangsiantar Gelar Gebyar Pemeriksaan di Siantar Selatan
Kisah Dua Bersaudara di Dolok Batu Nanggar, Pemkab Simalungun Turun Tangan Berikan Pendampingan
BARA JP Pertanyakan Kehadiran Anton Timbang di Istana, Soroti Aspek Penegakan Hukum
Pemkab Asahan Gelar Aksi Bergizi di Sekolah, Fokus Cegah Anemia dan Percepatan Penurunan Stunting Remaja
Dugaan Penggelapan Mobil Mewah Senilai 1,5 Miliar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Dandim 0211/Tapanuli Tengah Wahyu Hidayat Bersedia Jadi Dewan Pembina DPC PJS Sibolga-Tapteng

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Desa Sipaku Area Asahan Resmi Jadi Desa Binaan Imigrasi, Fokus Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Jelang Rakernas PJS di Kepri, DPP Perkuat Konsolidasi dan Skema Gotong Royong

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:45 WIB

Kemendikdasmen Dampingi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Medan, Airin Dorong Kolaborasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Wapres Gibran Temui Pengungsi Gempa Sikka, Pastikan Kebutuhan Dasar dan Kelompok Rentan Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau SD Inpres LXXVI Wairklau, Pastikan Pendidikan Anak Tetap Berjalan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Bertolak ke NTT, Wapres Gibran Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Pascabencana

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Wapres Gibran Tinjau Dampak Gempa Sikka, Minta Bantuan Menjangkau Warga di Wilayah Sulit Diakses

Berita Terbaru