Warga Sihaporas Desak Kembalikan Tanah Adat, PT TPL Akui Tiga Titik Konflik

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 17:57 WIB

40698 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang bertujuan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat Lamtoras Sihaporas Kecamatan Pamatang Sidamanik dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL)  di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Rabu (24/9/2025)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang bertujuan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat Lamtoras Sihaporas Kecamatan Pamatang Sidamanik dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Pamatang Raya, Sumatera Utara, Rabu (24/9/2025)

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Konflik agraria antara masyarakat adat Lamtoras Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL) kembali mengemuka. Dalam Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balei Harungguan Djabanten Damanik, Pamatang Raya, Rabu (24/9/2025), warga mendesak pengembalian tanah adat yang mereka klaim sebagai warisan leluhur.

Rakor tersebut diinisiasi Pemkab Simalungun untuk mencari solusi komprehensif atas konflik lahan yang telah berlangsung selama 26 tahun. Sejumlah pejabat hadir, antara lain Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga, Kajari Irfan Hergianto, Kapolres AKBP Marganda Aritonang, Dandim 0207/Sml Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana, Wakil Ketua DPRD Jefra H Manurung, serta perwakilan Danrem 022/PT. Hadir pula pimpinan perangkat daerah, BPN, Balai Pemantapan Kawasan Hutan, manajemen PT TPL, tokoh adat, serta masyarakat Sihaporas.

Wakil Bupati menegaskan, Pemkab bertindak sebagai mediator netral.

“Pemkab tidak berpihak ke kelompok tertentu, tetapi berpihak pada perdamaian. Kami ingin kedua pihak menurunkan tensi dan duduk bersama mencari solusi demi kemajuan Tanoh Habonaron Do Bona,” kata Benny.

Namun, ia mengakui bahwa hingga kini Simalungun belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tanah adat. Hal ini dinilai memperumit penyelesaian konflik.

Di sisi lain, Direktur PT TPL Jandres H Silalahi mengakui perusahaan menghadapi tiga titik konflik agraria di Simalungun, termasuk dengan masyarakat Lamtoras Sihaporas.

“Kami sudah mencoba melakukan pendekatan, tetapi belum berhasil. Melalui forum ini, kami berharap ada jalan keluar,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat adat Lamtoras menegaskan bahwa tanah Sihaporas merupakan warisan leluhur delapan generasi sebelum kehadiran perusahaan. Mereka menilai negara belum hadir sepenuhnya dalam melindungi masyarakat adat.

“Kami meminta pemerintah benar-benar menjaga tanah adat kami,” tegas seorang tokoh adat.

Aliansi Sipolha Sihaporas (ASS) juga menyuarakan apresiasi terhadap forum ini. Rikkot Damanik dari ASS menekankan bahwa masyarakat Simalungun terbuka kepada siapa pun, asalkan menghormati aturan dan tidak merampas hak rakyat.

Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang, memastikan kondisi di lapangan masih aman. Ia menegaskan netralitas Polri dan berkomitmen menegakkan hukum secara adil.

“Kami sudah menempatkan personel di wilayah konflik serta mendapat bantuan satu SSK Brimob dari Polda untuk mengantisipasi eskalasi,” jelasnya.

Rakor ini diharapkan menjadi langkah awal penyelesaian konflik berkepanjangan. Meski demikian, tanpa regulasi yang jelas terkait tanah adat, potensi sengketa serupa di Simalungun diperkirakan tetap tinggi. (An/red)

Berita Terkait

Pemkab Simalungun Resmikan TK Negeri Pembina Sidamanik, Perkuat SDM Unggul Sejak Usia Dini
Bunda PAUD Simalungun Resmikan Dua TK Negeri Pembina, Perkuat Wajib Belajar 13 Tahun
Polres Simalungun Raih Dua Penghargaan Kapolri Sekaligus, Sabet Predikat Pelayanan Prima dan WBK
Warga Cingkes Dolok Silou Antusias Sambut Pelayanan Publik Terpadu Pemkab Simalungun
Pemkab Simalungun Gelontorkan 12 Miliar Lebih untuk Infrastruktur Dolok Silou, Fokus Jalan dan Pertanian
Polisi dan PGN Selidiki Sumber Kebocoran, Labfor Ungkap Penyebab Ledakan di Grand Polonia Medan
Advokat Rizki Dini Hasanah Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNIB, Tekankan Pentingnya Sinergi Akademisi dan Praktisi Hukum
Dua Rumah Gandeng Terbakar di Pematangsiantar, Enam Mobil Damkar Dikerahkan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:24 WIB

Pemkab Aceh Singkil dan Universitas Teuku Umar Perpanjang MoU, Perkuat Riset dan Pembangunan Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:19 WIB

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wisatawan Padati Berastagi di Bawah Pengamanan Ketat

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:06 WIB

Siswi SD Asal Labuhanbatu Peraih Emas ASMC 2026 Terima Beasiswa dari Bobby Nasution

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:10 WIB

Bobby Nasution Dukung Sumut Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Voli Putri U20 Asia 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:06 WIB

Yayasan DWP Sumut dan FISIPOL USU Jalin Kemitraan, Perkuat Mutu Pendidikan di Sekolah Binaan

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:45 WIB

Perkuat Kemitraan, PJS Sambangi Kantor ASDP Merak dan Serahkan Penghargaan atas Dukungan Munas III

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:11 WIB

Pemprov Sumut Targetkan Festival Bunga dan Buah Karo Naik Kelas Jadi Event Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:47 WIB

Pemkab Simalungun Resmikan TK Negeri Pembina Sidamanik, Perkuat SDM Unggul Sejak Usia Dini

Berita Terbaru