Kesadaran Spiritual Mendesak Dibumikan untuk Bangun Akal Budi Bangsa

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025 - 01:15 WIB

40316 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sri Eko Sriyanto Galgendu

Sri Eko Sriyanto Galgendu

ATAPKOTA.COM – Kesadaran spiritual kini menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun budaya dan akal budi manusia Indonesia yang beradab. Dorongan duniawi yang berlebihan, menurut Sri Eko Sriyanto Galgendu, harus dikendalikan agar manusia tak semakin jauh dari nilai Ketuhanan.

Dalam dialog santai bersama sahabat dan kerabat Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) di Gasebo Museum Sasmitaloka Jenderal Achmad Yani, Sabtu (4/10/2025), Sri Eko menegaskan bahwa spiritualitas harus “dibumikan”. Menurutnya, kesadaran rohaniah dapat menuntun manusia agar tidak terjebak pada keserakahan, kerakusan, dan kesewenang-wenangan.

“Manusia adalah makhluk paling mulia karena dipercaya sebagai khalifatullah di bumi,” ujar Sri Eko.
“Namun tanpa kesadaran spiritual, kemuliaan itu bisa hilang karena manusia lupa pada etika, moral, dan akhlak.”

Sri Eko menilai, kecerdasan spiritual wajib dimiliki seorang pemimpin politik agar dapat mengembalikan marwah dan jati diri bangsa. Ia mengingatkan, nilai kemanusiaan dan Ketuhanan adalah kunci penyelamat bangsa dari kehancuran moral.

Ia juga menyoroti keresahan orang tua modern yang menghadapi anak-anak cerdas secara intelektual, namun kehilangan sopan santun dan rasa hormat.

“Anak-anak zaman kini unggul dalam logika, tapi miskin etika. Mereka pintar, tapi tak lagi beradab,” tuturnya.

Menurut Sri Eko, gejala itu muncul karena pelajaran Budi Pekerti tak lagi dianggap penting di sekolah. Padahal, pada era 1970-an, pendidikan moral dan sopan santun menjadi dasar pembentukan karakter bangsa. Akibatnya, generasi muda kini mudah menggunakan bahasa kasar, terutama di media sosial.

Ia menyebut, Akal Budi sejatinya adalah gabungan antara akal dan hati—antara rasio dan nilai moral. Keduanya harus seimbang agar manusia tak kehilangan kemanusiaannya.

“Tanpa akal budi, manusia hanya akan jadi makhluk cerdas tanpa arah,” tegasnya.

Sri Eko juga menekankan pentingnya kesadaran budaya dalam berbahasa. Menurutnya, degradasi moral tercermin dari cara berbicara yang tidak mengenal unggah-ungguh.

Ia mencontohkan, masyarakat Jawa mengenal bahasa berjenjang seperti kromo inggil dan ngoko yang disesuaikan dengan lawan bicara. Hal itu, katanya, perlu dihidupkan kembali dalam semua suku bangsa sebagai wujud penghormatan dan adab.

Kesadaran spiritual, akal budi, dan budaya sopan santun, menurut Sri Eko, merupakan fondasi peradaban bangsa. Tanpa itu, Indonesia akan kehilangan arah dan jati dirinya sebagai bangsa yang berketuhanan dan berbudaya luhur.

Penulis : Jacob Ereste

Editor : Redaksi.

Berita Terkait

Sebaran Asap Meluas di Sumut, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia
Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Jadi Prioritas
Final Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026, SMAN 2 Menang Telak atas SMAN 5
Medan Dapat 898 Unit Bedah Rumah, Rico Waas Targetkan Rampung Desember 2026
Polisi Bongkar Gelanggang Diduga untuk Sabung Ayam di Simalungun, Pemilik Rumah Tak Ada
MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Rico Waas Bidik Pasar Internasional
RAPBD Medan 2027 Prioritaskan Banjir, Insentif Guru Honorer, dan Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Sebaran Asap Meluas di Sumut, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:45 WIB

Wapres Gibran Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:45 WIB

Bupati Asahan Evaluasi Program MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Jadi Prioritas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Final Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026, SMAN 2 Menang Telak atas SMAN 5

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Medan Dapat 898 Unit Bedah Rumah, Rico Waas Targetkan Rampung Desember 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:18 WIB

MFCF 2026 Angkat Ulos ke Panggung Fesyen Modern, Rico Waas Bidik Pasar Internasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:14 WIB

RAPBD Medan 2027 Prioritaskan Banjir, Insentif Guru Honorer, dan Layanan Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Bobby Nasution Temui Kejati Sumut, Evaluasi Pembangunan 2026 dan Bahas Rencana 2027

Berita Terbaru