ATAPKOTA.COM, MEDAN – Jemaat Gereja HKBP Resort Maranatha Helvetia merasa bersyukur dan bangga dapat bertemu dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Balai Kota Medan, Kamis (16/10/2025). Selain bersilaturahmi, kedatangan rombongan yang dipimpin Pdt. Bernard Siagian itu juga untuk menyerahkan prasasti peresmian Gedung Sekolah Minggu yang telah rampung dibangun.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Pdt. Bernard Siagian menjelaskan bahwa gedung Sekolah Minggu telah diresmikan beberapa waktu lalu. Namun, karena Wali Kota tidak dapat hadir saat acara peresmian, pihak gereja membawa prasasti peresmian untuk ditandatangani secara simbolis di Balai Kota.
“Kami membawa prasasti peresmian gedung Sekolah Minggu agar Bapak Wali Kota berkenan menandatanganinya,” ujar Pdt. Bernard Siagian.
Sebagai wujud rasa syukur, jemaat juga menyerahkan kain ulos kepada Wali Kota Medan. “Kain ulos ini seharusnya kami pakaikan saat peresmian, tetapi karena Bapak tidak hadir, hari ini kami pakaikan sebagai tanda kasih,” lanjutnya.
Pdt. Bernard menambahkan, jemaat merasa senang dengan kepemimpinan Rico Waas yang dinilai dekat dengan masyarakat dan peduli terhadap pembangunan kota. “Kami mendukung penuh program pembangunan Kota Medan. Saat ini, pembangunan lantai satu di bawah gedung Sekolah Minggu sedang berjalan. Kami mohon dukungan Bapak agar proyek ini segera selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian jemaat HKBP Maranatha Helvetia. Ia juga meminta maaf karena tidak sempat hadir saat peresmian gedung tersebut.
“Terima kasih atas kehadirannya. Saya bersedia menandatangani prasasti peresmian Gedung Sekolah Minggu. Semoga gedung ini bermanfaat bagi jemaat, terutama generasi muda,” ungkap Rico.
Ia menegaskan, Pemko Medan siap mendukung pembangunan lanjutan gedung tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sarana pendidikan rohani di kota Medan.
Usai penandatanganan prasasti, acara ditutup dengan prosesi penyematan kain ulos oleh jemaat kepada Wali Kota Medan sebagai simbol persaudaraan dan penghargaan.

































