Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Indonesia di Forbes Global CEO Conference 2025

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 09:59 WIB

40313 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ATAPKOTA.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kemandirian dan keberanian Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.

Hal itu disampaikan Kepala Negara dalam sesi dialog “A Meeting of Minds” pada acara Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di Hotel The St. Regis Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dalam forum bergengsi yang dihadiri para pemimpin bisnis dunia tersebut, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah terus bekerja untuk memberdayakan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

“Kami ingin Indonesia menjadi bangsa yang berani, mandiri, dan mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam menghadapi tantangan global,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden mengungkapkan salah satu langkah konkret yang telah diambil pemerintah adalah memberikan pengampunan terhadap utang-utang lama petani dan pelaku usaha kecil yang sudah tidak realistis untuk ditagih.

“Saya memanggil beberapa bankir, kami berdiskusi. Dan saya memahami bahwa setelah 25 tahun, sebagian besar utang itu sebenarnya sudah dihapuskan dalam pembukuan bank,” ujar Prabowo.

Kebijakan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil agar mereka bisa kembali produktif tanpa terbebani utang lama.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja tim ekonomi pemerintah di bawah koordinasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Salah satu capaian penting adalah penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, yang dinilai sebagai terobosan besar dalam memperluas akses pasar Indonesia.

“Saya juga menyaksikan penandatanganan CEPA dengan Kanada, dan kita akan terus memperkuat kerja sama serupa dengan Amerika Latin, RCEP, dan CPTPP,” kata Presiden.

Selain kerja sama internasional, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat pasar domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mencontohkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap lapangan kerja dan ekonomi masyarakat.

“Dengan program makan gratis ini saja, kami sudah menciptakan langsung 1,5 juta lapangan kerja. Ada 30.000 dapur, masing-masing mempekerjakan 50 orang. Itu belum termasuk 81.000 koperasi yang juga bergerak,” jelasnya.

Program tersebut, lanjut Prabowo, tidak hanya mendorong lapangan kerja baru, tetapi juga memperkuat wirausaha lokal dan konsumsi masyarakat.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk melakukan restrukturisasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN) agar lebih efisien dan kompetitif di tingkat global.

“Saya telah memberikan arahan kepada Ketua Danantara untuk merasionalisasi semuanya, mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi angka yang lebih rasional — mungkin 200 atau 240 — dan menjalankannya dengan standar internasional,” ujar Prabowo.

Ia menargetkan agar tingkat pengembalian investasi (return) BUMN dapat meningkat signifikan dari posisi saat ini.

Menutup paparannya, Presiden Prabowo berpesan agar generasi muda Indonesia memahami prinsip dasar ekonomi sebagai fondasi berpikir dalam menghadapi dunia modern.

“Jika Anda tidak memahami ekonomi, Anda bisa dengan mudah dipermainkan oleh para ekonom. Jangan takut dengan istilah yang rumit — pahami, pelajari, dan jadilah bagian dari solusi,” pesan Presiden Prabowo. (RAP)

Berita Terkait

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo
Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat
Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba
Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi
Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan
Belacan Khas Asahan Ditargetkan Tembus Pasar Thailand, Pemkab Siapkan Dukungan untuk UMKM
Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana
Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:37 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia Pasifik saat Bertemu Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 23:32 WIB

Pidato di EEF ke-11 Vladivostok, Prabowo: Pembangunan Harus Diukur dari Kehidupan Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 22:35 WIB

Wakil Bupati Asahan Pimpin Rapat P4GN, Persempit Ruang Gerak Peredaran Narkoba

Kamis, 3 September 2026 - 21:29 WIB

Wapres Gibran Dukung Inovasi Mahasiswa UB, Rompi Anti-Tantrum Didorong Segera Dihilirisasi

Kamis, 3 September 2026 - 21:00 WIB

Gunung Sinabung Masih Siaga, 374 Warga Bertahan di Pengungsian dan 202 Personel Disiagakan

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Istilah Proyek Siluman Mencuat di Puskesmas BP Nauli, Pekerja Mengaku Tak Tahu Pemborong Pelaksana

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Siapkan Modal Usaha bagi 50 Warga

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Wabup Simalungun Minta Pasar Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok Program MBG

Berita Terbaru