ATAPKOTA.COM, ASAHAN – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Asahan terus memperkuat peran keluarga dalam ekonomi desa. Melalui evaluasi Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) di Desa Bunut Sebrang, Kecamatan Pulau Bandring, PKK Asahan berupaya mendorong kemandirian dan daya saing pelaku usaha mikro.
Kegiatan yang dipimpin Staf Ahli TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Juni Rianto, ini menjadi tahap pembinaan terakhir sebelum penilaian di tingkat kecamatan. Dalam sambutannya, Juni menegaskan bahwa lomba UP2K bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha perempuan di desa.
“Ini bukan hanya penilaian, tetapi pembinaan nyata agar kelompok UP2K terus tumbuh dan memberi dampak positif bagi keluarga serta masyarakat desa,” ujarnya di sela kegiatan yang turut dihadiri OPD terkait, pengurus PKK, dan Kepala Desa Bunut Sebrang.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagin) menyalurkan bantuan sarana usaha kepada kelompok UP2K. Bantuan itu berupa angkong, hand sealer, blender, kompor gas, termos nasi, kuali besi, dan hand sprayer elektrik.
Selain itu, kelompok usaha juga difasilitasi untuk pengurusan Rekomendasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi produk unggulan mereka. Upaya ini bertujuan memperkuat legalitas dan daya saing produk lokal agar bisa menembus pasar yang lebih luas.
Menurut Juni Rianto, pembinaan UP2K menjadi bagian penting dari strategi PKK Asahan dalam menggerakkan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan inovasi, memperluas akses pasar, serta mendorong peningkatan kualitas produksi.
“Melalui sinergi pemerintah dan masyarakat, kami ingin setiap desa mampu berdiri mandiri. Ekonomi keluarga yang kuat akan menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat Asahan,” pungkasnya.
Dengan semangat pemberdayaan ini, PKK Asahan menegaskan komitmennya untuk membangun kemandirian ekonomi perempuan desa. Evaluasi UP2K bukan akhir dari proses, tetapi langkah strategis menuju ekonomi keluarga yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing. (DO)




































