ATAPKOTA.COM, ACEH TIMUR – Hujan deras kembali menggenangi SD Negeri Pucoek Alue Dua, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, pada Sabtu, (15/11/2025). Akibatnya, aktivitas belajar-mengajar terhenti karena halaman sekolah dan beberapa ruang kelas terendam air. Kondisi ini, yang terus berulang setiap musim hujan, membuat warga semakin resah.
Karena situasi makin menghambat pendidikan, warga dan para wali murid mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Pendidikan agar segera bertindak. Mereka menilai posisi sekolah yang lebih rendah daripada badan jalan negara menjadi penyebab utama banjir. Selain itu, air hujan tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai sehingga langsung menggenangi area sekolah.
Salah satu wali murid, Isa, menyampaikan keresahannya. Ia menegaskan bahwa para orang tua sudah sangat sering menghadapi persoalan yang sama. “Kami memohon Dinas Pendidikan Aceh Timur segera melakukan penimbunan atau peninggian kawasan sekolah. Setiap musim hujan, anak-anak tidak bisa belajar dan sekolah tutup. Kejadian ini terus berulang,” ujarnya.
Selain itu, pemerhati pendidikan lokal, Hasbi, juga meminta pemerintah segera turun tangan. Ia menilai posisi sekolah yang berada tepat di pinggir jalan negara seharusnya mendapat perhatian serius. “Kami minta Dinas Pendidikan tidak menutup mata. Sekolah ini paling rendah dan rawan banjir. Ini menyangkut masa depan anak-anak,” tegasnya.
Di sisi lain, tokoh masyarakat, Tgk Din—yang akrab disapa Pang Lima—membenarkan bahwa persoalan banjir sudah berlangsung setiap tahun. Ia menjelaskan bahwa penyumbatan gorong-gorong dan kapasitas saluran air yang semakin kecil akibat pembangunan rumah warga turut memperburuk keadaan. “Setiap hujan musiman, kawasan ini tergenang. Anak-anak menjadi korban dan kesulitan belajar. Pemerintah harus memberi perhatian serius,” katanya.
Karena kondisi terus berulang, warga berharap Dinas Pendidikan Aceh Timur segera turun ke lokasi. Mereka meminta pemerintah melakukan survei, menemukan solusi teknis, dan memastikan proses belajar-mengajar tidak kembali terganggu saat musim hujan datang. (HAS/red)

































