Serangan Ulat Kantung Meluas di TBM-3 Kebun Marihat, Pengawasan Manajemen Dipertanyakan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 11:10 WIB

4074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tanaman Sawit di Kebun Marihat.

Kondisi tanaman Sawit di Kebun Marihat.

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM-3) Afdeling 3 Kebun Marihat Regional 2 dilaporkan mengalami serangan ulat kantung yang semakin meluas dalam empat bulan terakhir. Serangan tersebut diduga muncul karena identifikasi dini tidak berjalan baik dan kegiatan telly global tidak efektif di tingkat operasional kebun.

Sebagai tanaman sawit belum menghasilkan, TBM-3 berada dalam fase kritis pertumbuhan vegetatif. Karena itu, pengawasan ketat menjadi kewajiban mutlak. Namun, kondisi lapangan justru memprihatinkan. Serangan ulat kantung pada fase tersebut berpotensi menekan produktivitas jangka panjang dan mengganggu proyeksi investasi PTPN IV PalmCo.

Tim media meninjau lokasi pada Jumat (28/11/2025) dan menemukan indikasi awal serangan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu. Namun, tindakan penanggulangan, baik mekanis maupun biologis, tidak dilakukan secara cepat dan terstruktur. Akibatnya, populasi ulat berkembang pesat hingga menyebar ke blok lainnya.

Selain ulat kantung, tim media juga menemukan areal tanaman muda yang terserang ulat api dalam tingkat serangan berat. Fakta ini memperlihatkan lemahnya respon pengendalian hama di kebun tersebut.

Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan kondisi itu. Ia menyebut kejadian tersebut berlangsung pada masa kepemimpinan Andi Sahatma Purba sebagai Manajer Kebun Marihat. “Sebelumnya areal TBM-3 aman-aman saja,” ujarnya.

Ia menilai pengawasan rutin tidak berjalan optimal. Ia juga menegaskan penetapan status early warning terlambat sehingga populasi hama meningkat drastis.

Secara teknis, ulat kantung merupakan hama defoliator yang merusak pelepah dan daun. Serangan berpotensi menurunkan luas bidang daun produktif. Bila tidak tertangani cepat, tahap lanjut serangan dapat memicu stres berat pada tanaman. Kondisi tersebut menghambat pembentukan bunga hingga menurunkan produksi selama beberapa tahun mendatang.

Kerugian perusahaan dikhawatirkan terus membesar. Bila luasan serangan mencapai ratusan hektare, perusahaan berisiko mengalami penurunan produktivitas signifikan. Selain itu, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk rehabilitasi tanaman muda.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa; Region Head Regional 2, Budi Susanto; SEVP Ops-1 Regional 2, Mulianto; serta GMD-1 Maseli Lahagu belum memberikan tanggapan. Mereka tidak merespon konfirmasi wartawan terkait maraknya serangan ulat kantung dan ulat api di sejumlah kebun Regional 2, khususnya Kebun Marihat. (TIM)

Berita Terkait

Pemutakhiran Data Keluarga 2026 Dimulai, Simalungun Jadi Lokasi Launching Program Sumut
8.255 Penerima Manfaat Terima Makanan, Polres Simalungun Uji Keamanan Pangan di 3 SPPG
Cegah Kekerasan, TPPO, dan Perkawinan Anak, Pemkab Simalungun Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor
DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun
Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026
Seskab Teddy: 253 Ton Logistik Telah Dikirim untuk Warga Terdampak Bencana di NTT
Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat
Pameran “Prahara Pulau Emas” Digelar di Medan, Wali Kota Soroti Kekuatan Foto Jurnalistik

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Pemutakhiran Data Keluarga 2026 Dimulai, Simalungun Jadi Lokasi Launching Program Sumut

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:53 WIB

8.255 Penerima Manfaat Terima Makanan, Polres Simalungun Uji Keamanan Pangan di 3 SPPG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Cegah Kekerasan, TPPO, dan Perkawinan Anak, Pemkab Simalungun Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:30 WIB

DJP dan Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Meterai Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai 1 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:43 WIB

Bupati Asahan Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Sambut Hangat Kunjungan Kompolnas, Wakil Bupati Simalungun: Kolaborasi Polri dan Pemerintah Hasilkan Kebaikan Bagi Masyarakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Pameran “Prahara Pulau Emas” Digelar di Medan, Wali Kota Soroti Kekuatan Foto Jurnalistik

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Polisi Cilik Binaan Polres Simalungun Raih Perhatian Bupati Lewat Aksi Baris-Berbaris

Berita Terbaru