Serangan Ulat Kantung Meluas di TBM-3 Kebun Marihat, Pengawasan Manajemen Dipertanyakan

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 - 11:10 WIB

4088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tanaman Sawit di Kebun Marihat.

Kondisi tanaman Sawit di Kebun Marihat.

ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM-3) Afdeling 3 Kebun Marihat Regional 2 dilaporkan mengalami serangan ulat kantung yang semakin meluas dalam empat bulan terakhir. Serangan tersebut diduga muncul karena identifikasi dini tidak berjalan baik dan kegiatan telly global tidak efektif di tingkat operasional kebun.

Sebagai tanaman sawit belum menghasilkan, TBM-3 berada dalam fase kritis pertumbuhan vegetatif. Karena itu, pengawasan ketat menjadi kewajiban mutlak. Namun, kondisi lapangan justru memprihatinkan. Serangan ulat kantung pada fase tersebut berpotensi menekan produktivitas jangka panjang dan mengganggu proyeksi investasi PTPN IV PalmCo.

Tim media meninjau lokasi pada Jumat (28/11/2025) dan menemukan indikasi awal serangan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu. Namun, tindakan penanggulangan, baik mekanis maupun biologis, tidak dilakukan secara cepat dan terstruktur. Akibatnya, populasi ulat berkembang pesat hingga menyebar ke blok lainnya.

Selain ulat kantung, tim media juga menemukan areal tanaman muda yang terserang ulat api dalam tingkat serangan berat. Fakta ini memperlihatkan lemahnya respon pengendalian hama di kebun tersebut.

Seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan kondisi itu. Ia menyebut kejadian tersebut berlangsung pada masa kepemimpinan Andi Sahatma Purba sebagai Manajer Kebun Marihat. “Sebelumnya areal TBM-3 aman-aman saja,” ujarnya.

Ia menilai pengawasan rutin tidak berjalan optimal. Ia juga menegaskan penetapan status early warning terlambat sehingga populasi hama meningkat drastis.

Secara teknis, ulat kantung merupakan hama defoliator yang merusak pelepah dan daun. Serangan berpotensi menurunkan luas bidang daun produktif. Bila tidak tertangani cepat, tahap lanjut serangan dapat memicu stres berat pada tanaman. Kondisi tersebut menghambat pembentukan bunga hingga menurunkan produksi selama beberapa tahun mendatang.

Kerugian perusahaan dikhawatirkan terus membesar. Bila luasan serangan mencapai ratusan hektare, perusahaan berisiko mengalami penurunan produktivitas signifikan. Selain itu, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk rehabilitasi tanaman muda.

Hingga berita ini diterbitkan, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa; Region Head Regional 2, Budi Susanto; SEVP Ops-1 Regional 2, Mulianto; serta GMD-1 Maseli Lahagu belum memberikan tanggapan. Mereka tidak merespon konfirmasi wartawan terkait maraknya serangan ulat kantung dan ulat api di sejumlah kebun Regional 2, khususnya Kebun Marihat. (TIM)

Berita Terkait

Info Dugaan Jaringan Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, Polisi Diminta Selidiki
Perda Penanggulangan Kemiskinan Medan Direvisi, DPRD Dorong Warga Tak Bergantung Bansos
APBD Medan 2027 Dibahas, Fraksi DPRD Minta Anggaran Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Kapolres Simalungun Sambangi Kodim 0207 di HUT ke-81 TNI
Dua PAC GRIB Jaya di Tapsel Resmi Terima SK, Pengurus Diminta Jaga Sinergi
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i Sambangi Rumah Dinas Zakiyuddin, Kenang Sahabat Lama
Aduan Dugaan Sabung Ayam di Karang Bangun Ditindaklanjuti Polisi, Monitoring Berlanjut
Infantino Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Info Dugaan Jaringan Narkoba di Kp Tempel Perdagangan, Polisi Diminta Selidiki

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Perda Penanggulangan Kemiskinan Medan Direvisi, DPRD Dorong Warga Tak Bergantung Bansos

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:25 WIB

APBD Medan 2027 Dibahas, Fraksi DPRD Minta Anggaran Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Kapolres Simalungun Sambangi Kodim 0207 di HUT ke-81 TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Dua PAC GRIB Jaya di Tapsel Resmi Terima SK, Pengurus Diminta Jaga Sinergi

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Aduan Dugaan Sabung Ayam di Karang Bangun Ditindaklanjuti Polisi, Monitoring Berlanjut

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Infantino Sebut Sepak Bola Indonesia Makin Maju, Peluang Jadi Tuan Rumah Event FIFA Terbuka

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Terima Presiden FIFA, Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Berita Terbaru