JCFA: Langkah Amerika Serikat di Venezuela Merupakan Pesan Langsung Trump kepada Iran

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 20:12 WIB

4089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

ATAPKOTA.COM – Dr. Dan Diker, Presiden Jerusalem Center for Security and Foreign Affairs (JCFA), menilai langkah terbaru Amerika Serikat terhadap Venezuela bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan pesan langsung dan tegas dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada rezim Iran.

Diker menyatakan bahwa Venezuela selama ini dipandang berfungsi sebagai basis strategis Iran di Amerika Latin, yang disebutnya menjadi pusat aktivitas terorisme, peredaran narkotika, serta perluasan pengaruh regional. Oleh karena itu, tindakan Amerika Serikat di Venezuela, menurut Diker, dimaksudkan untuk mengirimkan sinyal kuat kepada Teheran bahwa pemerintahan Trump serius dengan ancamannya untuk melakukan intervensi.

Lebih lanjut, Diker menilai bahwa gejolak yang saat ini terjadi di Iran bersifat organik, namun secara fundamental berbeda dibandingkan gelombang protes sebelumnya. Ia menyoroti sejumlah faktor yang dinilainya memperkuat tekanan terhadap rezim Iran.

“Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Juni 2025, peringatan terbuka Presiden Trump bahwa ia siap melakukan intervensi demi kepentingan rakyat Iran, serta perkembangan situasi di Venezuela telah menciptakan momen kritis,” ujar Diker dikutip dari JCFA.

Menurutnya, rangkaian peristiwa tersebut membuat rezim Iran berada dalam kondisi tertekan dan, dalam istilah yang ia gunakan, “gemetar ketakutan.”

Dalam konteks regional yang lebih luas, Diker juga menekankan pentingnya posisi strategis Somaliland sebagai sekutu Muslim baru Israel. Ia menilai wilayah tersebut memiliki nilai geopolitik tinggi karena berada di persimpangan strategis Teluk Aden dan Laut Merah.

Diker menyebut, kehadiran Somaliland dalam poros strategis tersebut secara langsung melemahkan pengaruh Iran, kelompok Houthi, serta jaringan yang ia sebut sebagai poros teror. Selain itu, langkah tersebut juga dinilai mengirimkan pesan regional dan psikologis yang kuat, termasuk kepada Arab Saudi.

Sumber : JCFA

Berita Terkait

Wamen Ossy Sebut Hampir 50 Persen Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat
Eks Pejabat Mossad Prediksi Rezim Iran Runtuh Sebelum Masa Jabatan Trump Berakhir
Diplomasi Rubio di Roma Dinilai Hangat, tetapi Ketegangan Trump dengan Vatikan Belum Reda
Dampak Perang Iran Meluas ke Asia, Harga Pupuk Naik dan Petani Terancam Bangkrut
Hadiri HUT ke-67 GKPS Efrata, Wesly Silalahi Kenang Masa Kecil dan Pengakuan Iman
Kompetisi Marching Band UNA NBC 2026 Perebutkan Piala Bupati Asahan, Diikuti Peserta Se-Sumut
Hadiri Perayaan Waisak 2570 BE, Rico Waas Ajak Warga Medan Perkuat Persaudaraan
Wapres Gibran Tekankan Peran Santri sebagai Generasi Masa Depan Indonesia di Tambakberas

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:51 WIB

Wamen Ossy Sebut Hampir 50 Persen Tanah di Sulteng Sudah Bersertipikat

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

PERMAHI Jambi Apresiasi Integritas Kejati Jambi, Dorong Budaya Hukum yang Transparan

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:40 WIB

Rico Waas Dukung Milo Activ Indonesia Race 2026, Medan Dibidik Jadi Kota Sport Tourism Internasional

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:35 WIB

Liswati Wesly Silalahi Tutup Pembinaan Kader Posyandu di Nagapita

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:10 WIB

Kejati Sumsel Klaim Selamatkan Rp 1,2 Triliun dalam Kasus Dugaan Korupsi Kredit Bank Pemerintah

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:38 WIB

Benny Tumbur Panjaitan Kembali Pimpin PJS Simalungun Lewat Aklamasi di Muscab II 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 15:45 WIB

Hardiknas 2026 di Asahan, Bupati Bacakan 5 Program Strategis Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:20 WIB

Sempat Melawan Pakai Gunting, Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Simalungun

Berita Terbaru