Dari Gorontalo, Presiden Prabowo Janjikan Perhatian Lebih Besar untuk Nelayan Indonesia

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:08 WIB

40161 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres

ATAPKOTA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian lebih besar kepada para nelayan saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam sambutannya di hadapan ratusan nelayan, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan terhadap para nelayan yang setiap hari menghadapi risiko di laut demi memenuhi kebutuhan keluarga dan mendukung ketahanan pangan nasional.

“Nelayan bekerja dengan risiko besar. Kondisi cuaca dan arus laut bisa berubah sewaktu-waktu. Mereka bekerja untuk keluarga, masyarakat, dan bangsa. Karena itu pemerintah memberikan perhatian serius kepada para nelayan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menilai selama ini nelayan masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi fasilitas maupun dukungan operasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat kesejahteraan nelayan melalui pembangunan fasilitas penunjang dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

“Pemerintah akan berupaya memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan serta petani di seluruh Indonesia,” katanya.

Kunjungan Presiden ke Leato Selatan sekaligus menjadi bagian dari penguatan program pembangunan kawasan pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih yang dikelola berbasis koperasi masyarakat.

Harapan Baru bagi Nelayan Leato Selatan

Di kawasan pesisir Leato Selatan, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih mulai membawa perubahan bagi aktivitas masyarakat nelayan. Sejumlah fasilitas penunjang yang kini tersedia dinilai membantu kebutuhan operasional melaut yang sebelumnya sulit dijangkau masyarakat.

Salah seorang tokoh nelayan Leato Selatan, Suhardi Darisse, mengatakan kehadiran fasilitas pabrik es memberikan dampak langsung terhadap pengurangan biaya operasional nelayan.

Menurut Suhardi, sebelum fasilitas tersebut tersedia, nelayan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli dan mengangkut es dari lokasi yang cukup jauh.

“Sekarang kebutuhan es sudah lebih mudah diperoleh dan harganya lebih terjangkau dibanding sebelumnya. Ini cukup membantu nelayan,” ujar Suhardi.

Ia menjelaskan kebutuhan es balok menjadi salah satu kebutuhan utama nelayan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan selama melaut.

“Kalau hasil tangkapan sedang banyak, kebutuhan es bisa mencapai puluhan balok dalam satu malam,” katanya.

Optimisme serupa juga disampaikan Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Leato Selatan, Abdul Rahman Lamusu. Menurutnya, pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan langsung oleh koperasi masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan nelayan pesisir.

Ia menyebut kawasan tersebut kini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan, mulai dari kantor pengelola, bengkel nelayan, balai pertemuan, kios perbekalan, pabrik es, gudang pendingin ikan, hingga area perbaikan jaring dan docking perahu.

“Nelayan mulai memanfaatkan fasilitas yang tersedia, terutama pabrik es yang sudah beroperasi dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Abdul Rahman.

Menurutnya, sebelum fasilitas tersebut tersedia, nelayan harus menempuh jarak cukup jauh untuk memperoleh es balok maupun bahan bakar bagi kebutuhan melaut.

Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan kini tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi pesisir melalui fasilitas yang lebih dekat, akses yang lebih mudah, dan pengelolaan berbasis koperasi masyarakat. (Edo/red)

Berita Terkait

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian
Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel
Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan
TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding
Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik
Sambut Kapolda Sonny Irawan, Bobby Nasution Dorong Sinergi Polda dan Pemprov Sumut
Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas
Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:16 WIB

Bupati Asahan Hadiri Jaksa Sahabat Pendidik, Tata Kelola Anggaran Sekolah Jadi Perhatian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Jaga Kekayaan Negara, Prabowo Targetkan Polisi Hutan Capai 70 Ribu Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Rp 13,24 Triliun dan 259 Ribu Hektare Kawasan Hutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32 WIB

TennisFest Medan 2026 Siap Digelar, Peserta dari India dan Malaysia Ikut Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Pemkab Simalungun Lantik 45 Pejabat, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Pemko Pematangsiantar Salurkan Alat Bantu Kesehatan untuk 56 Lansia dan Penyandang Disabilitas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Paradoks Hegemoni Prabowo: Ketika Politik Akomodatif Berpotensi Melahirkan Subaltern Baru

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Polsek Bandar Huluan Respons Cepat Aduan Dugaan Percobaan Pencurian di Islamic Center

Berita Terbaru