Geofest ke-7 Digelar di Danau Toba, Toba Caldera UGGp Bidik Jaringan Wisata Geopark Asia Pasifik

REDAKSI ATAP KOTA.COM

- Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:25 WIB

4030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danau Toba menjadi tuan rumah Geofest ke-7 pada Juli 2026.

Danau Toba menjadi tuan rumah Geofest ke-7 pada Juli 2026.

ATAPKOTA.COM, SUMUT – Kawasan Danau Toba kembali menjadi sorotan dunia setelah ditetapkan sebagai tuan rumah Geotourism Festival and International Conference (Geofest) ke-7. Ajang internasional yang akan berlangsung pada 1–5 Juli 2026 tersebut diharapkan menjadi momentum strategis bagi Toba Caldera UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai geopark dari sejumlah negara.

Melalui forum tersebut, pengelola Toba Caldera UGGp menargetkan terbentuknya kolaborasi yang dapat meningkatkan promosi wisata, memperluas akses pasar internasional, serta memperkuat posisi Kaldera Toba dalam jaringan geopark dunia. Kerja sama tersebut juga dinilai berpotensi membuka peluang masuknya Danau Toba ke dalam paket perjalanan geopark kawasan Asia Pasifik.

General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, mengatakan sejumlah geopark dari berbagai negara dijadwalkan terlibat dalam agenda kerja sama yang akan diumumkan selama pelaksanaan Geofest ke-7.

“Kami akan memperkuat kerja sama dengan berbagai geopark, seperti Geopark Lenggong, Langkawi, serta sejumlah geopark di Thailand dan Filipina. Rencana kerja sama tersebut akan dicanangkan pada saat Geofest ke-7,” ujar Azizul Kholis saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (23/6/2026).

Menurut Azizul, penyelenggaraan Geofest tahun ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan potensi geowisata Danau Toba kepada dunia internasional. Sebagai tuan rumah, Toba Caldera UGGp berupaya memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan untuk meningkatkan eksposur kawasan Danau Toba di tingkat global.

Ia menjelaskan, rangkaian Geofest ke-7 diawali dengan kegiatan pra-event di Raja Ampat, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan acara utama di kawasan Danau Toba dan ditutup melalui agenda pasca-kegiatan di Lenggong, Malaysia.

“Sebagai tuan rumah, tentu kami ingin memanfaatkan momentum ini semaksimal mungkin agar Kaldera Toba semakin dikenal oleh masyarakat internasional,” katanya.

Selain agenda kerja sama antar-geopark, Geofest ke-7 juga akan diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain seminar penguatan tata kelola geopark, forum ilmiah internasional, serta peresmian sejumlah geosite baru di kawasan Kaldera Toba.

Dalam kesempatan tersebut, pengelola Toba Caldera UGGp berencana menetapkan sedikitnya 40 geosite baru. Penambahan lokasi tersebut diharapkan dapat memperkaya ragam destinasi wisata geologi dan budaya yang tersedia bagi wisatawan.

“Penambahan geosite akan memberikan lebih banyak pilihan destinasi bagi pengunjung sekaligus mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan di kawasan Danau Toba,” ujar Azizul.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Adryanta Putra Ginting, menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Geofest ke-7.

Menurutnya, kegiatan berskala internasional tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di kawasan Danau Toba. Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Geofest juga dinilai mampu memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi geowisata unggulan dunia.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung penuh pelaksanaan Geofest ke-7. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan semakin memperkenalkan Danau Toba di tingkat internasional,” kata Adryanta.

Penyelenggaraan Geofest ke-7 menjadi salah satu agenda internasional terbesar yang digelar di kawasan Danau Toba pada tahun ini. Kehadiran delegasi dari berbagai negara diharapkan tidak hanya memperkuat kerja sama antar-geopark dunia, tetapi juga membuka peluang investasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sumatera Utara. (AP/red)

Berita Terkait

Di Balik Sukses PRAPORA 2026, Tgk Ali Akbar Dinilai Jadi Motor Penggerak Tarung Derajat Aceh
Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Tegaskan Perang terhadap Korupsi dan Kebocoran Anggaran
Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Dorong Konektivitas hingga Pelosok
Prabowo Tinjau Infrastruktur di Sampang dan Hadiri Munas–Konbes NU di Bangkalan
Pemprov Sumut Targetkan PPID Raih Predikat Informatif pada 2026
Bobby Nasution Terima Audiensi Wali Kota Padangsidimpuan, Bahas Huntap hingga Infrastruktur Jalan
Urus PKH dan BPNT Lebih Mudah, Warga Medan Bisa Ajukan Bansos Langsung dari Ponsel
Bobby Nasution: Green Card UNESCO Harus Berdampak Nyata pada Ekonomi Masyarakat Danau Toba

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:21 WIB

Di Balik Sukses PRAPORA 2026, Tgk Ali Akbar Dinilai Jadi Motor Penggerak Tarung Derajat Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:10 WIB

Di Hadapan Ulama NU, Prabowo Tegaskan Perang terhadap Korupsi dan Kebocoran Anggaran

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:00 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Dorong Konektivitas hingga Pelosok

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:55 WIB

Prabowo Tinjau Infrastruktur di Sampang dan Hadiri Munas–Konbes NU di Bangkalan

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:45 WIB

Pemprov Sumut Targetkan PPID Raih Predikat Informatif pada 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:15 WIB

Urus PKH dan BPNT Lebih Mudah, Warga Medan Bisa Ajukan Bansos Langsung dari Ponsel

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bobby Nasution: Green Card UNESCO Harus Berdampak Nyata pada Ekonomi Masyarakat Danau Toba

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:40 WIB

Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Resmi Beroperasi

Berita Terbaru