ATAPKOTA.COM, TAPTENG – Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Sumatera Utara kembali terlibat dalam upaya pemulihan masyarakat pascabencana alam di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Pada Jumat, 30 Januari 2026, personel Batalyon A Pelopor melaksanakan kegiatan kemanusiaan yang difokuskan pada pembersihan rumah warga terdampak serta pemenuhan kebutuhan air bersih.
Sebanyak satu satuan setingkat peleton (SST) personel SAR Batalyon A, di bawah pimpinan Iptu Binner Sitorus, S.H., M.H., melakukan pembersihan material lumpur di rumah milik Dorlima Pardede, sekaligus membersihkan badan jalan di Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Pembersihan dilakukan secara bertahap untuk mengangkat sisa lumpur dan puing, sehingga rumah dan akses jalan kembali dapat digunakan warga dengan aman.
Di lokasi lain, satu SST personel Batalyon A Pelopor yang dipimpin Iptu Yauwardi, S.H. melaksanakan pembersihan rumah milik Fateh Butarbutar di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Hingga Jumat siang, kegiatan telah memasuki tahap akhir dengan fokus memastikan kondisi bangunan kembali bersih dan layak huni.
Selain pembersihan permukiman, Brimob Polda Sumut juga melakukan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Satu satuan setingkat regu (SSR) personel SAR Batalyon A, dipimpin Bripda Rafly Aditya Sugito, mendistribusikan air bersih menggunakan sarana pengolahan air (water treatment) di Desa Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan. Fasilitas tersebut dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih harian di tengah keterbatasan pascabencana.
Komandan Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., mengatakan keterlibatan Brimob merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri dalam situasi darurat dan masa pemulihan.
“Brimob hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga membantu masyarakat agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal,” ujar Mukhtar.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan lingkungan permukiman dan mendukung keberlangsungan aktivitas masyarakat terdampak bencana di wilayah Tapanuli Tengah. (AP)

































