ATAPKOTA.COM, PEMATANGSIANTAR – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menyatakan kesiapan “turun gunung” hingga tingkat kecamatan untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2029. Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 31 Januari 2026.
Dalam forum internal partai tersebut, Jokowi menekankan pentingnya militansi kader dan pembentukan struktur organisasi hingga ke tingkat rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW). Ia menilai target elektoral PSI tergolong ambisius dan hanya bisa dicapai dengan mesin partai yang bekerja secara menyeluruh dan disiplin.
“Target PSI ini target besar, targetnya tinggi. Jadi mesinnya harus mesin besar. Tidak bisa struktur hanya sampai DPD. Struktur harus sampai RT/RW,” kata Jokowi.
Jokowi bahkan menegaskan kesiapannya terlibat langsung dalam konsolidasi partai, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan. Pernyataan ini menandai keterlibatan aktif seorang mantan presiden dalam penguatan partai politik, sebuah langkah yang secara etika politik sah, namun tetap menuntut kehati-hatian agar tidak menimbulkan konflik kepentingan di ruang publik.
“Saya masih sanggup datang ke semua provinsi, kabupaten/kota, bahkan kalau perlu sampai ke kecamatan,” ujar Jokowi.
Ia juga menyatakan siap bekerja “mati-matian” demi PSI, partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep, putra bungsunya. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan publik soal batas antara dukungan politik personal dan pengaruh kekuasaan simbolik pascakepresidenan, terutama menjelang tahapan awal Pemilu 2029 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum beserta peraturan turunan KPU terbaru.
Respons cepat datang dari daerah. Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Pematangsiantar, Hendra Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., menyambut positif sinyal politik Jokowi tersebut. Ia menyebut Rakernas PSI sebagai momentum penting konsolidasi internal partai.
“Rakernas ini menjadi titik awal penataan organisasi secara lebih serius. Khususnya bagi kami di daerah, kesiapan Pak Jokowi untuk turun langsung tentu memberi energi dan semangat baru,” ujar Hendra.
Hendra menegaskan DPD PSI Pematang Siantar siap menerima kehadiran Jokowi apabila benar-benar turun ke daerah, termasuk ke Pematang Siantar, guna memperkuat struktur dan kesiapan partai menghadapi verifikasi administrasi dan faktual Pemilu 2029.
Menurut Hendra, PSI saat ini tengah fokus membangun basis organisasi agar lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang berdasarkan ketentuan terbaru masih berada di angka 4 persen suara nasional.
“PSI sedang menata organisasi untuk lolos verifikasi administrasi dan faktual menuju Pemilu 2029. Dengan kepemimpinan Ketua Umum Mas Kaesang Pangarep, kami optimistis PSI bisa menembus parliamentary threshold,” katanya.
Namun, ambisi PSI tidak berhenti di tingkat nasional. Di Pematangsiantar, Hendra menyebut partainya memasang target merebut kursi DPRD kota. Target ini, menurutnya, akan ditempuh melalui konsolidasi total, perluasan jaringan tokoh lokal, dan pendekatan komunikasi politik yang lebih terbuka.
Ia juga mengakui bahwa elektabilitas PSI di daerah masih menghadapi tantangan, terutama terkait minimnya basis tradisional dan ketergantungan pada figur nasional. Dukungan Jokowi dinilai masih menjadi magnet politik utama, namun sekaligus menjadi ujian bagi PSI untuk membuktikan kemandirian institusionalnya.
“Jika seorang tokoh bangsa menyatakan siap turun hingga ke akar rumput, maka tidak ada alasan bagi kami di daerah untuk tidak bekerja lebih keras,” kata Hendra. (Larsen/red)




































