ATAPKOTA.COM, SIMALUNGUN – Imbauan pencegahan kebakaran yang disampaikan Polres Simalungun terbukti bukan sekadar formalitas. Sehari setelah peringatan itu disampaikan kepada publik, kebakaran melanda permukiman warga di Kabupaten Simalungun dan menghanguskan tiga unit rumah.
Peristiwa tersebut terjadi di Huta 2, Nagori Raja Maligas I, Kecamatan Hutabayu Raja, dan ditangani aparat kepolisian pada Selasa malam, 3 Februari 2026. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun AKP Herison Manullang, S.H., saat dikonfirmasi Jumat malam, 6 Februari 2026, menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menilai kebakaran ini sekaligus menegaskan urgensi imbauan kewaspadaan yang sebelumnya disampaikan Kapolres Simalungun kepada masyarakat.
“Baru sehari sebelumnya Kapolres mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap bahaya kebakaran. Malam harinya, peristiwa itu benar-benar terjadi. Ini menunjukkan bahwa imbauan tersebut didasarkan pada potensi ancaman nyata,” ujar Herison.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Dugaan ini, menurut Herison, sejalan dengan peringatan Kapolres yang menekankan kerawanan instalasi listrik rumah tangga sebagai salah satu penyebab utama kebakaran.
Penanganan di lokasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Banuara Manurung, S.H. Ia bergerak cepat begitu menerima laporan masyarakat sekitar pukul 19.30 WIB. Bersama Kanit Reskrim IPTU F.G. Sitohang, S.H., M.H., serta personel piket, tim segera menuju tempat kejadian perkara.
“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak. Fokus utama adalah keselamatan warga karena api sudah membesar,” kata Banuara.
Tiga rumah yang terbakar masing-masing milik Nursaida br. Tampubolon (76), Relly Sitanggang (70), dan Mohammad Irfan (33). Saat kebakaran terjadi, Nursaida—seorang lanjut usia—sedang beristirahat di dalam kamar yang diduga menjadi titik awal munculnya api.
“Korban berhasil diselamatkan warga sebelum api membesar. Mengingat usia korban dan kondisi saat itu, penyelamatan ini sangat krusial,” ujar IPTU F.G. Sitohang.
Api kemudian merambat ke dua rumah di sekitarnya. Meski demikian, seluruh penghuni berhasil dievakuasi dan tidak ada korban jiwa. Kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran dan warga setempat bergotong royong memadamkan api hingga situasi terkendali sekitar pukul 22.00 WIB.
Usai pemadaman, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi serta melakukan pendataan korban, saksi, dan kerugian material. Dari keterangan dua saksi, Oka Bigmen Napitu (38) dan Budi Tumanggor (40), diketahui api pertama kali terlihat dari dalam kamar korban Nursaida, disertai percikan dari instalasi listrik.
Kerugian terbesar dialami Nursaida dengan nilai sekitar Rp100 juta, sementara dua korban lainnya masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp10 juta akibat rambatan api.
Untuk memastikan penyebab kebakaran, tim INAFIS Polres Simalungun melakukan olah tempat kejadian perkara pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan oleh Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra.
“Hasil olah TKP menunjukkan adanya instalasi listrik yang terbakar, termasuk meteran kWh dan material bangunan lain. Temuan ini menguatkan dugaan korsleting listrik sebagai penyebab utama kebakaran,” ujar Owen Saragih.
Kasat Reskrim AKP Herison Manullang menilai kejadian ini sebagai peringatan serius bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa imbauan kepolisian bersifat preventif dan ditujukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
“Peristiwa ini menunjukkan bahwa kewaspadaan sangat menentukan. Jika masyarakat abai terhadap potensi bahaya, risikonya bisa jauh lebih fatal,” katanya.
Kapolsek Tanah Jawa memastikan kondisi di lokasi kini telah kondusif. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk membantu pemenuhan kebutuhan sementara para korban kebakaran.
Di akhir keterangannya, Herison kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan keselamatan. “Kami mengimbau warga segera memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Jangan menunggu sampai kejadian serupa terulang,” ujarnya. (AP)

































